Merawat Situs Sejarah dan Aset Daerah Kukar Lewat Program Disapa

Nor: Memberikan Kontribusi

0 99

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Digitalisasi Pelayan Publik (Disapa) di Kukar selain untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada warga, juga diharapkan dapat menjaga arsip aset daerah agar dapat terjaga dan memudahkan mendapatkan layanan informasi terkait hal tersebut.

Aji Linda Rodiah, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Diarsip) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyoroti kurangnya kesadaran di banyak Desa di Kukar terkait pentingnya pemeliharaan arsip.

“Kurangnya pemahaman ini telah berdampak pada sejumlah kasus, termasuk kasus hukum. Kurangnya perlindungan terhadap hak pendataan masyarakat, hingga berdampak pada aset daerah,” tegasnya.

Hal itu dibenarkan Fakhri Arsyad selaku Kepala Desa Loa Duri Ilir, ia menekankan permasalahan yang lebih spesifik dalam konteks situs sejarah di wilayahnya, akibat pemeliharaan arsip yang minim.

Dalam konteks ini, ia menyampaikan keberadaan kuburan tokoh sejarah yang terletak di pekarangan rumah warga.

“Pemerintah Desa seharusnya dapat lebih efektif mengamankan dan merawat situs sejarah tersebut. Akan tetapi bagaimana ini dapat kami lakukan?,” ucap Fakhri Arsyad, sembari bertanya dalam sesi tanya jawab Gerakan Tertib Arsip, di Ballroom Hotel Puri Senyiur, Kota Samarinda, Senin (27/11/2023).

Baca Juga:

Ia kemudian mengungkapkan tantangannya dalam mencari informasi yang valid di Tenggarong, dimana tidak ditemukan verifikasi sejarah mengenai tokoh tersebut.

Meskipun demikian, masyarakat sekitar Loa Duri, meyakini bahwa tokoh tersebut memiliki peran signifikan sebagai Camat atau dalam pengawasan wilayah Loa Janan.

“Situasi ini menggambarkan bahwa meskipun memiliki nilai sejarah yang penting, situs tersebut dianggap terbengkalai,” bebernya.

Menanggapi itu, Nor Hairi, Kepala Desa Loa Duri Ilir, mendorong Kades Loa Duri Ilir untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dengan Diarsip Kukar.

“Kemitraan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya menjaga dan mengesahkan situs sejarah, bagi masyarakat setempat,” jelas Nor Hairi.

Dengan kolaborasi yang baik, lanjutnya, diharapkan informasi yang lebih akurat dan terverifikasi dapat diakses, meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap warisan sejarah di tingkat Desa. Sehingga masyarakat betul-betul merasakan manfaanya secara luas. (DETAKKaltim.Com/ADV/ProKom Kukar)

Penulis: Lisa

Editor: Lukman

(Visited 93 times, 1 visits today)
Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!