Perkara Keterlambatan Notifikasi Akuisi GCA2016 Mulai Disidangkan KPPU

Diduga APF Melakukan Keterlambatan Pemberitahuan

DETAKKaltim.Com, JAKARTA: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melaksanakan Sidang Majelis Komisi Pemeriksaan Pendahuluan perdana, atas Perkara Nomor 09/KPPU- M/2023 di Kantor KPPU Jakarta. Senin (21/8/2023).

Menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Sekretariat KPPU Deswin Nur dalam Siaran Pers Nomor 44/KPPU-PR/VIII/2023 yang diterima DETAKKaltim.Com, perkara ini terkait dugaan keterlambatan pemberitahuan atau notifikasi pengambilalihan saham GCA2016 Holdings Limited (GCA2016) yang dilakukan APF Holdings I, LP (APF).

“Sidang yang dilaksanakan secara luring ini beragendakan Pemaparan Laporan Dugaan Pelanggaran (LDP) oleh Investigator KPPU,” jelas Deswin.

Lebih lanjut dijelaskan, awal perkara berasal dari akuisisi yang dilakukan APF atas saham GCA2016 pada tahun 2021. APF merupakan perusahaan dengan berbagai aktivitas investasi, seperti mengambil alih atau memperdagangkan investasi portofolio.

Sementara GCA2016 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang mengambil alih, memiliki, mengoperasikan, menyewakan, dan menjual kontainer pelayaran.

Baca Juga:

Transaksi akuisisi tersebut berdasarkan Kementerian Hukum dan HAM, berlaku efektif secara yuridis pada tanggal 22 Desember 2021.

Berdasarkan peraturan, APF memenuhi berbagai ketentuan. Khususnya nilai aset/penjualan gabungan bagi perusahaan yang wajib melakukan pemberitahuan, sehingga harus melakukan notifikasi kepada KPPU 30 hari sejak transaksi tersebut efektif secara yuridis.

Terdapat penambahan waktu perhitungan kewajiban notifikasi menjadi 60 hari, sejalan dengan Peraturan KPPU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Relaksasi Penegakan Hukum Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, serta Pengawasan Pelaksanaan Kemitraan dalam Rangka Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Atas ketentuan tersebut, APF harusnya menyampaikan pemberitahuan pengambilalihan saham GCA2016 paling lambat pada tanggal 18 Maret 2022,” jelas Deswin. 

Namun, lanjut Deswin, KPPU baru menerima laporan pemberitahuan tersebut pada tanggal 23 Maret 2022, sehingga dapat diduga APF melakukan keterlambatan pemberitahuan selama 3 hari dan melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999, Junto Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010.

Setelah mendengarkan paparan LDP oleh Investigator Penuntutan, Ketua Majelis Komisi Komisioner Chandra Setiawan yang didampingi Komisioner Guntur S Saragih dan Komisioner Harry Agustanto sebagai Anggota Majelis Komisi, akan melanjutkan Sidang Pemeriksaan Pendahuluan berikutnya,  Kamis (24/8/2023).

Agenda sidang berikutnya pemeriksaan kelengkapan dan kesesuaian alat bukti, berupa surat dan/atau dokumen pendukung laporan dugaan pelanggaran. (DETAKKaltim.Com)
Sumber: Siaran Pers

Editor: Lukman

(Visited 43 times, 1 visits today)
Akuisisi APFChandra SetiawanGuntur S SaragihHarry AgustantoKPPU JakartaSaham GCA2016
Comments (0)
Add Comment