Yohanes Panti, Ketua Umum SPIN. (foto: Exclusive)
DETAKKaltim.Com, SAMARINDA: Serikat Pekerja Indonesia Nusantara (SPIN), resmi berdiri sebagai wadah perjuangan baru bagi kaum buruh lintas sektor. Organisasi ini lahir dari pengalaman panjang para mantan pekerja Perkebunan Kelapa Sawit, yang merasakan beratnya persoalan ketenagakerjaan dan minimnya keberpihakan pemerintah.
Ketua Umum SPIN Yohanes Panti menjelaskan, SPIN tidak hanya fokus pada Sektor Perkebunan Kelapa Sawit seperti organisasi sebelumnya, tetapi telah berkembang menjadi serikat buruh multi-sektor.
“Waktu masih di SERBUNDO itu kan khusus Perkebunan Sawit. Padahal banyak kawan-kawan dari pertambangan, Indomaret, perhotelan, atau mall yang datang mengadu, tapi tidak bisa kami tangani karena keterbatasan organisasi. Maka kami bentuk SPIN, agar bisa mengadvokasi seluruh pekerja di sektor manapun,” ujar Yohanes.
SPIN didirikan pada 12 Desember 2024 di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Setelah melalui proses administrasi, organisasi ini memperoleh Nomor Bukti Pencatatan dari Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutai Kartanegara pada 15 April 2025, serta mengirimkan surat pemberitahuan resmi kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Sejak Mei hingga Desember 2025, SPIN telah membentuk struktur kepengurusan di 7 perusahaan di Kutai Kartanegara serta empat kepengurusan di Kabupaten Kutai Barat. Total anggota SPIN kini telah mencapai lebih dari 3.000 pekerja.
“SPIN hadir dari jeritan dan pengalaman buruh. Kami ingin hubungan industrial yang adil, perusahaan maju, dan pekerja sejahtera,” kata Yohanes kepada DETAKKaltim.Com di Pengadilan Negeri Samarinda, Selasa (9/12/2025).
Yohanes Panti bukan nama baru dalam dunia perburuhan. Ia memiliki rekam jejak panjang sebagai buruh dan aktivis.
Tahun 2000–2010, Yohanes pernah menjadi Buruh Pemanen Sawit di Malaysia. Kemudian tahun 2011–2014, kembali bekerja sebagai Pemanen Sawit di PT Jaya Mandiri Sukses dan mendirikan Serikat Pekerja Mandiri, namun dalam perjalanannya ia di-PHK setelah menuntut pembayaran THR untuk pekerja harian lepas.
Perjuangan Yohanes tidak berhenti sampai disitu, tahun 2015–2016, Ia bergabung dengan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) hingga tahun 2017 dipercaya menjadi Ketua DPC SERBUNDO Kutai Kartanegara.
Tahun 2023–2024, terpilih sebagai Koordinator Wilayah Federasi Serikat Buruh Perkebunan Indonesia dan akhirnya pada Desember 2025 Mendirikan Serikat Pekerja Indonesia Nusantara (SPIN).
Yohanes sering terlihat di Pengadilan Negeri Samarinda melakukan pendampingan terhadap Buruh yang melakukan gugatan, namanyapun menghiasi laman-laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Samarinda.
Perjalanan panjang ini menjadi fondasi kuat lahirnya SPIN sebagai bentuk konsistensi perjuangan buruh di tengah dinamika dunia industri, khususnya perkebunan.
Organisasi ini didirikan oleh para pekerja yang telah lama berkecimpung dalam dunia perkebunan, maupun perjuangan buruh.
Dengan struktur dan visi yang lebih terbuka, SPIN bertekad menjadi serikat buruh yang inklusif, responsif, dan mampu memperjuangkan hak pekerja di berbagai sektor industri. (DETAKKaltim.Com)
Penulis: ib
Editor: Lukman
Struktur pendiri SPIN terdiri dari :
- Yohanes Panti : Ketua Umum, pendiri, penggagas organisasi, penyusun AD/ART, sekaligus perancang lambang SPIN
- Akmal : Sekretaris Jenderal, pendiri dan desainer lambang SPIN
- Jumran : Bendahara Umum, pendiri
- Anggota: Sadri Malvin Panti Palindangan, Amat, Arlin, Sardin, dan Suprapto.
