Anggota Komisi 3 DPRD Kalimantan Timur Subandi. (foto: Lisa)
DETAKKaltim.Com, SAMARINDA: Rencana pembukaan rute penerbangan langsung Samarinda–Singapore, mendapat sambutan hangat dari Anggota Komisi 3 DPRD Kaltim Subandi. Ia menilai langkah itu bukan sekadar penambahan jalur transportasi, tetapi momentum strategis untuk menaikkan kelas Samarinda sebagai kota tujuan internasional.
Menurutnya, geliat pembangunan di ibu kota provinsi sudah cukup memberi sinyal kesiapan, mulai dari meningkatnya kapasitas perhotelan, pembenahan ruang publik, hingga ikon-ikon baru yang kini menjadi wajah Samarinda modern.
“Kalau benar rute langsung itu terealisasi, kita harus menyambutnya dengan positif. Infrastruktur dasar kita sebenarnya sudah kuat, tapi tentu saja Samarinda tetap harus berbenah supaya bisa bersaing dengan kota besar lain,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Subandi memperkirakan, arus kunjungan dari warga Singapura maupun sebaliknya akan melonjak signifikan. Karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan sektor transportasi, destinasi wisata, dan layanan pendukung lain agar turis merasa nyaman.
“Nanti pasti kunjungan makin banyak. Makanya transportasi harus lancar, hotel harus siap, dan tempat-tempat wisata perlu ditambah. Kita ingin turis itu pulang dengan kesan yang baik,” katanya.
Ia menilai kesempatan ini sekaligus dapat menjadi ajang promosi kota. Pembangunan ikon baru di Samarinda, mulai dari revitalisasi Pasar Pagi, penataan Citra Niaga, hingga pengembangan jalur tepian Mahakam, dinilainya dapat memperkuat identitas kota.
Subandi juga menyinggung potensi pengembangan wisata sungai, baik di Sungai Karang Mumus maupun Sungai Mahakam. Ia menyebut adanya rencana pemanfaatan jalur sungai sebagai wahana wisata air, termasuk rencana lama pembangunan jetty di Mahakam.
Baca Juga:
- Pengerukan Mahakam Mendesak, DPRD Kaltim Soroti Dampak
- DPRD Kaltim Akui Rasionalisasi Anggaran Berdampak ke Janji Reses
- UMKM Wajib Naik Kelas, DPRD Kaltim Ingatkan Standar Mutu
Menurutnya, strategi jangka panjang adalah menjadikan Samarinda sebagai kota yang tidak sekadar menjadi pintu masuk Kaltim, tetapi destinasi yang benar-benar mampu bersaing secara regional.
“Kalau sungai-sungai kita dibersihkan dan ditata lebih baik, itu jadi nilai tambah. Wisata sungai bisa jadi daya tarik seperti kota lain di dunia,” tandasnya.(DETAKKaltim.Com/Adv./DPRD Kaltim)
Penulis: Lisa
Editor: Lukman
