Ketua Komisi 2 DPRD Kaltim Sapto Setyo Pramono. (foto: Lisa)
DETAKKaltim.Com, SAMARINDA: Pembahasan mengenai kualitas demokrasi di Kalimantan Timur kembali mencuat setelah Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kaltim Sapto Setyo Pramono menyoroti, lemahnya pemahaman publik, khususnya generasi muda terhadap peran mereka sebagai warga negara.
Menurutnya, pondasi demokrasi yang kuat tidak dapat dibangun hanya melalui kerja institusi pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Sapto memulai dengan menekankan dinamika demokrasi, hanya dapat berkembang jika warga memahami hak sekaligus kewajibannya. Ia menilai rendahnya literasi politik masih menjadi hambatan utama, membuat banyak kelompok muda belum menyadari posisi strategis mereka dalam sistem pemerintahan modern.
“Demokrasi tidak akan bertahan jika hanya diserahkan kepada lembaga legislatif. Seluruh masyarakat harus ikut merawatnya,” ungkapnya, Rabu (3/12/2025).
Dalam pandangannya, pemenuhan hak-hak dasar seperti pendidikan, pekerjaan, dan perlindungan hukum akan semakin sulit dicapai apabila generasi muda tidak memiliki kesadaran untuk berperan aktif. Ia mendorong mahasiswa serta kelompok pemuda, agar tidak berhenti berupaya meningkatkan kapasitas dan tanggung jawab sosial.
“Jangan berhenti berjuang menjalankan kewajiban. Tanpa usaha, hak-hak itu sulit diwujudkan,” jelasnya.
Baca Juga:
- Tingkatkan Daya Saing, Survei Pariwisata Dinilai Penting
- Legislatif Kaltim Fokus Pengawasan Kualitas Lembaga Mitra Gratispol
- MBG Harus Adaptif Geografis Kaltim, DPRD Ingatkan Risiko
Sapto juga menilai pemuda Kaltim memiliki peluang besar menjadi motor perubahan, terutama melalui kritik yang konstruktif, analisis kebijakan, hingga partisipasi dalam forum publik. Ia berharap momentum ini dapat melahirkan generasi yang lebih peka terhadap arah demokrasi daerah.
“Harapan kita, anak muda memahami betapa pentingnya peran mereka dalam membangun demokrasi yang lebih kritis, aktif, dan benar-benar memberi dampak,” tutupnya. (DETAKKaltim.Com/Adv./DPRD Kaltim)
Penulis: Lisa
Editor: Lukman
