Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. (HB)
DETAKKaltim.Com, KUTAI TIMUR: Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus menunjukkan keseriusannya dalam memajukan sektor pendidikan. Di bawah kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman, alokasi 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pendidikan kembali ditegaskan sebagai komitmen strategis untuk memastikan akses pendidikan yang merata, layak, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Bupati Ardiansyah menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) sekaligus langkah nyata Pemkab Kutim dalam memperkuat pembangunan SDM. Konsistensi anggaran pendidikan ini, telah dikawal sejak dirinya masih bertugas di legislatif periode 2005–2009.
“Pemerintah daerah konsisten menggelontorkan 20 persen anggaran untuk pendidikan sejak 2008. Kini APBD Kutim meningkat, dan kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik demi masa depan anak-anak kita,” ujar Bupati Ardiansyah, Senin (1/12/2025).
Alokasi anggaran tersebut direalisasikan melalui penyediaan fasilitas belajar gratis bagi peserta didik. Pemerintah menyiapkan kebutuhan vital siswa seperti seragam sekolah, tas, dan buku paket tanpa biaya. Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada anak di Kutim yang terhambat pendidikannya karena faktor ekonomi.
“Kami tidak ingin ada lagi persepsi pendidikan itu mahal. Dengan baju, tas, dan buku yang disiapkan pemerintah, orang tua bisa lebih tenang dan anak-anak dapat fokus belajar,” tegas Bupati Ardiansyah.
Kebijakan ini disambut positif masyarakat, terutama para wali murid yang selama ini terbebani biaya perlengkapan sekolah di awal tahun ajaran.
Baca Juga:
- Petrus Ivung Tegaskan Penambahan Anggaran RT Jawab Kebutuhan Warga Telen
- Baru Dua Desa Terlayani, Telen Dorong Perluasan Air Bersih
- Bukti Kekompakan ASN, Sangatta Utara Juara Umum Porkopri 2025
Tak hanya siswa, perhatian kepada guru juga menjadi prioritas Pemkab Kutim. Sejak 2022–2023, pemerintah telah merealisasikan pemberian insentif kepada tenaga pendidik, termasuk guru di sekolah swasta. Upaya ini dilakukan agar para pengajar memiliki motivasi kuat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kesejahteraan guru adalah kunci peningkatan kualitas pendidikan. Kami ingin guru-guru swasta tetap semangat mengajar dengan dukungan pemerintah,” tambah Bupati.
Ia optimistis, kombinasi antara fasilitas pendidikan yang memadai dan kesejahteraan guru yang diperhatikan akan berdampak signifikan pada kualitas SDM Kutai Timur di masa depan. (DETAKKaltim.Com)
Penulis: HB/ADV Diskominfo Kutim
Editor: Lukman

