Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviari Noor. (foto: HB)
DETAKKaltim.Com, KUTAI TIMUR: Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan komitmen kuat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, melalui penerapan skema proyek tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC). Langkah ini menjadi pondasi penting bagi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kutim, dalam tiga tahun mendatang.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Noviari Noor yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Bappeda Kutim, memaparkan gambaran rencana besar tersebut. Pemerintah menargetkan pelaksanaan MYC dimulai pada tahun 2026, sepenuhnya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni.
“Nilainya kurang lebih Rp2,1 Trilyun untuk tiga tahun anggaran, mulai 2026 murni sampai 2028. Ini adalah upaya untuk memastikan pembangunan tidak terhambat siklus tahunan, dan bisa berjalan lebih efektif,” ujar Noviari, Jum’at (14/11/2025).
Baca Juga:
- Penataan Pasar Sangatta Selatan Menjadi Sorotan
- 43 Atlet PGRI Kutim Dilepas, Bupati Ardiansyah Tegaskan Profesionalisme
- Rp25 Milyar Disiapkan, Pemkab Kutim Dorong Warga Lanjutkan Studi Magister
Pemkab Kutim telah mengusulkan sekitar 32 paket pekerjaan kepada DPRD Kutim, untuk masuk dalam skema MYC. Paket-paket ini disusun dengan fokus pada konektivitas, percepatan pertumbuhan daerah, dan penyelesaian proyek strategis.
Rencana pembiayaan MYC pun sudah dirinci:
- 2026: ± Rp600 Milyar
- 2027: ± Rp900 Milyar
- 2028: ± Rp600 Milyar
Dari keseluruhan paket, sektor peningkatan infrastruktur jalan menjadi pekerjaan terbanyak dengan 16 paket prioritas. Langkah ini dianggap vital untuk menghubungkan antar kecamatan, memperlancar distribusi, dan memicu aktivitas ekonomi lintas wilayah.
Di antara proyek-proyek yang masuk MYC, Pelabuhan Kenyamukan mencuri perhatian dengan alokasi anggaran mencapai Rp200 Milyar. Pembangunan sisi darat pelabuhan ini ditargetkan rampung, sehingga dapat mulai beroperasi pada tahun 2027.
“Pelabuhan Kenyamukan menjadi kunci mobilitas dan logistik Kutim ke depan. Karena itu, penyelesaian sisi darat harus digenjot,” tegas Noviari.
Sementara itu, Jembatan Telen yang sebelumnya masuk skema MYC 2023/2024 namun belum tuntas, tidak lagi diusulkan dalam paket MYC periode baru. Pemkab Kutim telah mengalokasikan anggarannya melalui APBD Perubahan 2025, dan seluruh material pendukung telah tersedia.
“Karena materialnya sudah siap, sehingga tinggal merangkai saja.” kata Noviari menandaskan. (DETAKKaltim.Com)
Penulis: HB/ADV Diskominfo Kutim
Editor: Lukman

