Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG). (foto: Gladis)
DETAKKaltim.Com, KUTAI KARTANEGARA: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tengah berpacu dengan waktu untuk memastikan seluruh titik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) siap beroperasi sebelum akhir November 2025.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono Kasnu menegaskan, penentuan lokasi Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) harus segera rampung agar program nasional tersebut dapat berjalan tepat waktu dan sesuai target.
Sunggono memberikan instruksi tegas, agar setiap wilayah segera menyerahkan data final titik dapur penyedia makanan bergizi. Ia menilai percepatan pendataan menjadi indikator penting dalam menunjukkan komitmen daerah, terhadap kebijakan strategis pemerintah pusat.
“Program makan bergizi gratis ini tidak boleh molor. Semua titik dapur SPPG harus sudah selesai ditetapkan sebelum akhir bulan. Itu sudah jadi batas waktu yang tidak bisa ditawar,” ujarnya dalam rapat koordinasi bersama seluruh camat se-Kukar, Jum’at (7/11/2025).
Sunggono secara gamblang menyampaikan, ia siap mengambil tindakan tegas terhadap aparatur yang tidak menunjukkan komitmen. Ia menegaskan kepala daerah maupun pejabat struktural wajib mendukung penuh pelaksanaan program prioritas nasional, karena penilaian terhadap kinerja pemerintah daerah kini sangat bergantung pada keberhasilan menjalankan kebijakan pusat.
“Sekarang ukuran keberhasilan daerah bukan lagi sekadar serapan anggaran atau rendahnya kasus hukum, tapi seberapa nyata kita melaksanakan program nasional. Kalau program seperti MBG ini tidak jalan, maka daerah dianggap gagal,” tegasnya.
Ia mengingatkan pemerintah pusat telah menempatkan Program MBG sebagai salah satu bagian dari Asta Cita, delapan agenda besar pembangunan nasional yang menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintahan di seluruh daerah. Dengan demikian, setiap daerah wajib memastikan program ini benar-benar menyentuh masyarakat dan berjalan efektif di lapangan.
“Dalam pertemuan nasional para Sekda se-Indonesia, sudah ditegaskan keberhasilan pelaksanaan program nasional menjadi indikator utama kinerja daerah. Jadi tidak bisa lagi ada alasan keterlambatan,” jelasnya.
Menurut Sunggono, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah menjaga kesinambungan antara prioritas pembangunan daerah yang digagas Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin dengan arah kebijakan nasional.
Ia mencontohkan, Program MBG dan Koperasi Merah Putih adalah dua sektor strategis yang kini menjadi perhatian langsung pemerintah pusat.
“Setiap malam saya terus memformulasikan langkah teknis agar semua program bisa sinkron. Kami ingin memastikan tidak ada hambatan, apalagi keterlambatan pelaporan titik dapur MBG,” tuturnya.
Baca Juga:
- Kukar Dukung Penuh Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih
- Kukar Percepat Pembentukan Forum PPATBM
- Program Bedah Rumah Kukar, Wujud Nyata Zakat ASN
Sunggono menambahkan, koordinasi lintas perangkat daerah kini berjalan intensif, terutama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial, sebagai instansi pelaksana utama di lapangan. Ia meminta semua camat untuk memantau langsung kesiapan wilayahnya agar program makan gratis ini benar-benar tepat sasaran.
“Kami ingin seluruh perangkat daerah bergerak cepat. Jangan menunggu perintah lagi. Laporkan titik SPPG dan pastikan semua fasilitas dapur siap digunakan agar anak-anak segera menikmati manfaatnya,” tegasnya.
Dengan target yang ketat dan pengawasan langsung dari pemerintah pusat, Kukar kini menjadi salah satu daerah yang diharapkan mampu menjadi contoh dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis di Kalimantan Timur. Sunggono menutup arahannya dengan seruan, agar seluruh jajaran pemerintah daerah bekerja serius dan bertanggung jawab.
“Pastikan semuanya siap. Kita ingin masyarakat segera merasakan manfaat nyata dari program ini, bukan hanya di atas kertas,” pungkasnya. (DETAKKaltim.Com/Adv./Prokom)
Penulis: Gladis
Editor: Lukman
