Program Bedah Rumah Kukar. (foto: Gladis)
DETAKKaltim.Com, KUTAI KARTANEGARA: Senyum haru mengembang di wajah Karyani, petani berusia 63 tahun asal Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah sederhana yang nyaris lapuk, kini ia dan keluarganya menempati hunian baru yang lebih kokoh dan nyaman. Bantuan itu datang melalui program bedah rumah hasil kolaborasi antara Baznas Kutai Kartanegara (Kukar) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Bagi Karyani, yang setiap hari bekerja di ladang seluas empat hektare untuk menghidupi enam anggota keluarganya, rumah baru ini adalah berkah tak terduga. Ia mengaku tidak tahu bagaimana prosesnya hingga dipilih sebagai penerima manfaat.
“Awalnya tidak menyangka. Tahu-tahu ada petugas datang lihat rumah, lalu disurvei lagi oleh pihak bank. Setelah itu baru Baznas yang menangani pembangunannya,” tuturnya, Kamis (6/11/2025).
Rumah berukuran 6×14 meter itu kini berdiri tegak di atas pondasi baru, menggantikan bangunan lama yang ia bangun delapan tahun lalu. Pengerjaannya memakan waktu sekitar enam bulan, dimulai sejak Maret lalu.
“Alhamdulillah, sekarang rumahnya bagus dan layak. Terima kasih untuk semua yang membantu, semoga program seperti ini terus berlanjut untuk warga lain yang membutuhkan,” ucapnya penuh rasa syukur.
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin yang hadir meresmikan rumah tersebut menegaskan, bantuan itu merupakan bukti nyata pemanfaatan dana zakat ASN dan masyarakat Kukar yang dikelola secara tepat sasaran.
“Inilah salah satu contoh bagaimana dana zakat dimanfaatkan untuk warga Kukar. Program ini kolaborasi antara Baznas dan BSI, dan insyaallah akan terus kami lanjutkan,” ujar Rendi.
Ia menjelaskan, program bedah rumah menjadi bagian dari strategi Pemkab Kukar dalam memperkuat kesejahteraan sosial masyarakat prasejahtera.
Selain perbaikan rumah, Baznas bersama pemerintah juga menyalurkan bantuan penanganan stunting serta dukungan kebutuhan dasar lainnya.
“Zakat dari ASN Kukar akan kami arahkan untuk program-program produktif seperti ini agar manfaatnya bisa dirasakan langsung,” katanya.
Rendi juga menambahkan, pemerintah berupaya agar penerima bantuan tidak hanya memiliki rumah layak huni, tetapi juga memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi.
Baca Juga:
- Pemkab Kukar Fokus Perkuat Skema Pembiayaan Cepat untuk Penanganan Longsor
- Pemkab Kukar Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban dan Kesejahteraan Umat
- Pemkab Kukar Perkuat Pembinaan Anak Melalui Hukum di LPKA
“Kami dorong agar setiap penerima bantuan punya kegiatan usaha kecil, supaya kehidupannya bisa berlanjut lebih baik,” jelasnya.
Tahun 2026 mendatang, Pemkab Kukar menargetkan sedikitnya 1.050 unit rumah masuk dalam program perbaikan. Nilai bantuan untuk setiap rumah berkisar antara Rp30 Juta hingga Rp50 Juta, tergantung kondisi dan mekanisme pelaksanaan di lapangan. Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan TNI, juga akan terus diperkuat agar proses pembangunan berjalan lebih efisien.
“Kalau dihitung totalnya bisa lebih dari Rp30 miliar. Tapi ini adalah bentuk nyata komitmen kami. Masih banyak keluarga rentan di Kukar yang butuh perhatian, dan program seperti ini adalah salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” tegas Rendi.
Program bedah rumah yang dijalankan Baznas dan Pemerintah Kabupaten Kukar ini tidak hanya membangun dinding dan atap, tetapi juga menegakkan kembali harapan warga untuk hidup lebih layak dan bermartabat di Bumi Etam. (DETAKKaltim.Com/Adv./Prokom)
Penulis: Gladis
Editor: Lukman
