Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. (foto: Lisa)
DETAKKaltim.Com, TENGGARONG: Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2028, akan membawa tantangan baru di Sektor Pangan. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, menegaskan kemandirian pangan Kaltim harus ditopang dengan teknologi modern agar mampu menjadi penyangga kebutuhan pangan nasional.
Berbicara di hadapan peserta Rembuk dan Expo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2025, Seno menekankan pentingnya transformasi teknologi di Sektor Pertanian. Ia mencontohkan hasil panen Demplot di Desa Bukit Biru, Kutai Kartanegara, yang mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.
“Biasanya kelompok tani hanya memproduksi 3–3,5 ton per hektare. Dengan teknologi modern, hasilnya melonjak menjadi 6,2 ton per hektare. Ini bukti nyata bahwa teknologi bisa menggandakan produksi,” jelasnya, Sabtu (20/9/2025).
Menurut Seno, pengalaman tersebut harus diperluas agar tidak berhenti di lokasi percontohan. Pemprov Kaltim, kata dia, berkomitmen memperluas penerapan teknologi di berbagai wilayah.
“Kita ingin swasembada beras tercapai sebelum Penas KTNA di Gorontalo 2026,” tambahnya.
Baca Juga:
- Seno Aji Target Swasembada Pangan Kaltim Naik 60 Persen
- Kebangkitan Ekonomi Nelayan Samboja Lawan Serangan Virus
- Dari Bekas Tambang, Desa Lebak Cilong Transformasi Jadi Kawasan Wisata
Ia mengingatkan bahwa kehadiran IKN, akan memperbesar kebutuhan pangan. Oleh karena itu, peran KTNA dinilai vital untuk memperkuat kapasitas kelembagaan petani dan nelayan.
“Petani dan nelayan tidak boleh hanya jadi penonton. Mereka harus menjadi pemain utama dalam pembangunan pangan, apalagi saat IKN sudah beroperasi penuh. Solidaritas KTNA akan menentukan arah perjuangan kita,” tegasnya.
Seno juga menyebut forum rembuk bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi wadah strategis untuk melahirkan program kerja yang konkret.
“Dari sini kita berharap lahir program yang meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat.” tutupnya. (DETAKKaltim.Com/Adv./Diskominfo)
Penulis: Lisa
Editor: Lukman
