Ketua DPRD Kota Tarakan bersama 26 anggota dan Kapolres Tarakan duduk di atas tanah memenuhi permintaan demonstran untuk menandatangani nota kesepakatan yang berisi komitmen moral dan politik terhadap tiga tuntutan. (foto: SLP)
DETAKKaltim.Com, TARAKAN: Anggota parlemen Kota Tarakan terhormat dan pemimpin tertinggi di polres Tarakan, mungkin akan menjadi pejabat pertama di Indonesia yang harus duduk bersila di atas tanah mengikuti kemauan para pendemo.
Ketua DPRD Kota Tarakan bersama 26 anggota dan Kapolres Tarakan, Senin (1/9/2025) lalu, menerima ratusan massa pendemo di pintu gerbang masuk Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.
“Atas nama rakyat Kota Tarakan, kami dari Aliansi Utara menuntut kebijakan pemerintah yang akhir-akhir ini tidak memihak dengan rakyat. Untuk itu kami membuat nota kesepakatan yang berisi komitmen moral dan politik terhadap tiga tuntutan,” kata Koordinator pengunjuk rasa membacakan nota kesepakatan sebelum diserahkan kepada Ketua DPRD Tarakan, Mohammad Yunus untuk ditandatangani.

Nota kesepakatan terkait tiga tuntutan utama. Pertama; Pembatalan tunjangan perumahan DPR RI sebesar Rp50 Juta per bulan; Kedua, Pengesahan Rencana Undang-Undang (RUU) Perampasan Asset, RUU Masyarakat Adat serta kebijakan yang mendukung kesejahteraan rakyat dan Sektor Pendidikan; Ketiga, Reformasi Polri agar lebih professional, akuntabel, dan tidak represif dalam menangani aksi-aksi masyarakat.
Usai tuntutan dibacakan, sebelum nota kesepakatan ditandatangani Ketua DPRD Kota Tarakan Bersama 29 anggota (tiga orang berhalangan hadir alasan sakit) dan Kapolres Tarakan, AKBP Erwin Syahputra Manik diminta untuk duduk di atas jalan oleh para pendemo yang terdiri dari mahasiswa, dan organisasi masyarakat Tarakan.
Tak cukup nota kesepakatan yang ditanda-tangani anggota DPRD Kota Tarakan dan Kapolres Tarakan, para pendemo yang mengatasnamakan “Aliansi Utara” mendesak DPRD Tarakan untuk menghadirkan DPR RI Dapil Kalimantan Utara.
Dalam hubungan telepon video call yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Tarakan Edi Patanan, anggota DPR RI Deddy Sitorus berjanji akan melakukan pertemuan dengan Aliansi Utara hari Minggu (7/9/2025) Pukul 16:00 Wita.
“Maaf, untuk hadir hari Rabu (3/9/2025) tidak dapat saya penuhi karena agenda lain sudah terjadwal. Mudah-mudahan tak ada halangan hari Minggu sore,” bunyi suara dari handpon Edi Patanan kedengaran.
Baca Juga:
- Terima Putusan, 2 Terpidana Perkara Narkotika Masuk Hotel Prodeo
- Perkara Korupsi Pertamina, Kejaksaan Agung Periksa Seorang Manager Director
- Pernyataan Terbuka AMSI, Keluarkan 3 Seruan
Aksi unjuk rasa yang awalnya kondusif sempat ricuh, karena keinginan massa demo masuk ke halaman Gedung DPRD Tarakan dihalangi petugas Polisi
Raja Muda Sultan Bulungan, Datu Disan Hasanuddin Maulana yang sedang berada di lokasi unjuk rasa menilai pengamanan yang dilakukan cukup baik. Datuk percaya semua akan berjalan dengan baik dan terkendali.
“Para wakil kita di DPRD Tarakan adalah orang-orang bijak, kita berharap apa yang dituntut masyarakat akan diterima secara baik dan positif. Tidak hanya masalah umum yang disuarakan di pusat juga masalah di Tarakan perlu pengawasan. Mari kita benahi yang kurang supaya lebih baik.” demikian Datu Disan. (DETAKKaltim.Com)
Penulis: SL Pohan
Editor: Lukman
