Kepala Desa Tani Bhakti Muhammad Amin. (foto: Alim)
DETAKKaltim.Com, KUTAI KARTANEGARA: Perubahan besar dalam Sektor Pertanian kini mulai tampak di Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan. Pemanfaatan teknologi bukan lagi sekadar wacana, melainkan menjadi kunci dalam menciptakan pertanian yang lebih efisien, modern, dan menarik bagi generasi muda.
Kepala Desa Tani Bhakti M Amin menegaskan, bahwa penggunaan teknologi tepat guna di Bidang Pertanian merupakan salah satu langkah strategis pemberdayaan masyarakat desa. Menurutnya, modernisasi pertanian akan sulit tercapai tanpa sentuhan digital dan mekanisasi.
“Petani sekarang harus terbiasa dengan alat modern, mulai dari traktor, mesin tanam, hingga alat panen mekanis. Dengan begitu mereka tidak lagi menguras tenaga dan waktu berlebih dalam mengelola sawah,” jelasnya, Jum’at (29/8/2025).
Lebih jauh, ia menyoroti peluang baru dengan hadirnya sistem berbasis internet of things (IoT). Teknologi ini memungkinkan petani mengontrol kegiatan bercocok tanam dari jarak jauh.
“Menyiram atau memupuk tidak lagi harus datang ke ladang. Cukup dengan aplikasi di Ponsel, semua bisa dikendalikan,” tegas Amin.
Baca Juga:
- Pendidikan Karakter Sebagai Pondasi Jangka Panjang
- 2026, Disdikbud Kukar Prioritas Bangunan Budaya Anggana
- Rekrutmen Guru P3K, Disdikbud Kukar Perkuat Kualitas
Namun, ia mengakui bahwa tantangan terbesar bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga minat generasi muda yang masih rendah untuk terjun ke dunia pertanian.
Karena itu, Pemerintah Desa Tani Bhakti berkomitmen mendorong petani muda agar menjadi motor inovasi. Bentuk dukungan diberikan melalui pembinaan, pelatihan, hingga alokasi anggaran untuk program pengembangan pertanian digital.
“Kami ingin membuka jalan agar anak-anak muda tertarik kembali bertani. Dengan teknologi, bertani tidak harus identik dengan kotor dan melelahkan. Justru bisa lebih modern, kreatif, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Amin menambahkan, pemanfaatan teknologi digital di Sektor Pertanian diharapkan menjadi inovasi percontohan bagi desa lain. Langkah ini diyakini bukan hanya memudahkan kerja petani, tetapi juga mampu membangkitkan perekonomian desa secara lebih luas.
“Kalau petani bisa menghasilkan produk yang memuaskan berkat teknologi, itu akan jadi daya tarik bagi generasi muda. Pada akhirnya, pertanian berbasis digital akan menjadi kekuatan baru ekonomi desa,” pungkas Amin. (DETAKKaltim.Com/Adv./Diskominfo)
Penulis: Alim
Editor: Lukman
