Pulau Kumala di Kutai Kartanegara. (foto: ist)
DETAKKaltim.Com, KUTAI KARTANEGARA: Pulau Kumala kembali menjadi sorotan sebagai proyek strategis pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar). Pemerintah Kabupaten Kukar tengah menggeber revitalisasi pulau yang berada di tengah Sungai Mahakam ini, dengan visi menjadikannya ikon wisata terdepan di Kalimantan Timur.
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin memastikan, komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan inovasi di kawasan ini. Salah satu gagasan terbaru adalah pembangunan kebun binatang, yang dinilai mampu memperkuat daya tarik Pulau Kumala sebagai destinasi wisata keluarga.
“Jika konsep kebun binatang ini terwujud, Pulau Kumala akan menjadi tempat rekreasi yang lebih lengkap. Bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan. Dampaknya bisa signifikan terhadap peningkatan kunjungan dan Pendapatan Asli Daerah,” ungkap Rendi saat ditemui awak media, Minggu (17/8/2025)
Gagasan ini berawal dari inspirasi Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, setelah melihat keberhasilan kebun binatang mini milik PT Bayan di Tabang. Rendi menilai, konsep serupa sangat potensial diterapkan di Pulau Kumala karena lokasinya yang strategis, mudah dijangkau, dan selama ini sudah dikenal luas sebagai tujuan wisata favorit masyarakat Kukar.
Revitalisasi Pulau Kumala sendiri bukan hanya fokus pada perbaikan infrastruktur dan penambahan wahana, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan pengalaman wisata terpadu.
Baca Juga :
- HUT KE-80 RI, Bupati Kukar Seru Pemuda Berperan Dalam Industri Hijau
- Kukar Jadi Sorotan, Inovasi Digital dan Budaya Lokal Jadi Magnet
- Kukar Raih Distrik Digital Meski Tantangan Masih Mengintai
“Kita ingin Pulau Kumala tidak hanya jadi tempat bersantai, tetapi juga pusat hiburan, edukasi, dan ikon wisata Kukar yang bisa bersaing dengan daerah lain,” jelas Rendi.
Dengan tambahan kebun binatang, Pulau Kumala digadang-gadang akan memiliki identitas yang lebih kuat sebagai magnet wisata, sekaligus menegaskan posisi Kukar dalam peta destinasi unggulan Kalimantan Timur. Pemerintah daerah berharap konsep ini dapat menarik lebih banyak investor dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar. (DETAKKaltim.Com/Adv./Diskominfo)
Penulis: Gladis
Editor: Lukman
