Rudy Mas’ud, Ketua DPD Partai Golkar Kaltim. (foto: Lisa)
DETAKKaltim.Com, SAMARINDA: Abdulloh berhasil meraih 48.180 suara dalam pemilihan calon anggota legislatif pada Pemilu 2024, sedangkan Hasanuddin Mas’ud (Hamas) menempati posisi kedua dengan meraih 42.885 suara.
Meskipun angka suara menunjukkan bahwa Abdulloh seharusnya layak menduduki posisi pimpinan, namun Rudy Mas’ud selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kaltim menegaskan, pemilihan Hasanuddin Mas’ud sudah sesuai dengan mekanisme internal partai.
Rudy mengungkapkan bahwa keputusan mengenai pimpinan ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), setelah mempertimbangkan tiga calon yang direkomendasikan.
“Dalam struktur partai, terdapat sistem penilaian terhadap kader yang mencakup berbagai faktor seperti prestasi, dedikasi, dan loyalitas, sehingga penentuan posisi tidak semata-mata didasarkan pada jumlah suara,” jelas Rudy Mas’ud usai pelantikan pimpinan DPRD Kaltim di Gedung Utama B Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kamis (10/10/2024).
Baca Juga:
- Ananda Serukan Perempuan Kaltim Maksimalkan Potensi Dalam Politik
- Ananda, Wakil Ketua DPRD Kaltim Komitmen Perjuangkan Pemberdayaan Perempuan
- Sekretaris Mahkamah Agung Lantik Puluhan Pranata Peradilan
Rudy menambahkan, meskipun perpindahan partai adalah hal yang bisa, dalam internal partai terdapat mekanisme yang jelas untuk menilai kader berdasarkan sistem pembobotan, struktur organisasi, pengalaman, dan tingkat pendidikan.
Hal ini menjadi dasar untuk menyatakan bahwa pemilihan Hasanuddin Mas’ud, telah sesuai dengan tata cara yang berlaku dalam partai.
Rudy berharap agar Hasanuddin Mas’ud mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, dan berkomitmen untuk kepentingan masyarakat Kaltim.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan yang akan datang, dengan keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.
“Dia harus dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan seadil-adilnya bagi masyarakat, dan harus selalu berpihak kepada mereka,” tegasnya.
Rudy juga menambahkan, pemikiran yang harus dimiliki adalah berpikir secara nasional dan bukan hanya kedaerahan, terutama dengan posisi Kaltim yang kini menjadi IKN.
