Nias Pro Junior WSL 2024, Kana Nakashio dan Made Ariyana Juara

Jepang Domininasi Nias Pro Junior 2024 Kategori Wanita

0 92

DETAKKaltim.Com, NIAS SELATAN: Kana Nakashio dari Jepang dan Made Ariyana dari Bali berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan menjuarai ajang Nias Pro Junior World Surf League (WSL) 2024, Jum’at (14/6/2024).

Salah satu aksi memukau Peselancar di Nias Pro WSL 2024 yang mendapat perhatian penonton. (foto: Ecxlusive)
Salah satu aksi memukau Peselancar di Nias Pro WSL 2024 yang mendapat perhatian penonton. (foto: Ecxlusive)

Kejuaraan yang digelar di Teluk Lagundri ini menampilkan ombak tiga kaki yang tenang, menjadi ajang unjuk gigi bagi peselancar junior terbaik dari Asia.

Dalam final kategori pria, persaingan ketat terjadi di antara para peselancar berbakat. Made Ariyana yang tampil memukau dengan manuver-manuvernya, berhasil mengalahkan lawan-lawannya, termasuk juara Krui Pro Junior terbaru Bronson Meydi (INA), duo peselancar Bali Made Mahendra (INA) dan Made Ariyana (INA) sendiri, serta ekspat Bali Rafael Castro (USA).

Pertandingan ditentukan performa tiga gerakan terbaik dari setiap peserta. Di detik-detik terakhir, Ariyana mengunci kemenangan dengan sebuah barrel ride yang sempurna.

Rafael Castro sempat memimpin di awal kompetisi, namun segera disusul oleh Ariyana, satu-satunya peselancar goofy footer di final. Gaya agresif Ariyana dengan manuver lip attack dan sliding ekor di putaran kedua membuatnya unggul.

Made Mahendra juga tampil impresif dengan gaya forehand yang kuat, mendapatkan skor tinggi 6,50 (dari 10) dan didukung oleh skor 4,80.

Sementara itu, Bronson Meydi kesulitan menyelesaikan manuver-manuvernya yang radikal, sehingga harus puas di posisi keempat dengan skor tertinggi 5,67.

Ketika waktu hampir habis dan Made Mahendra tampak akan memenangkan kompetisi, Ariyana berhasil menangkap gelombang set ukuran sedang dan melakukan barrel ride yang memberinya skor 5,67, cukup untuk memastikan kemenangannya.

Dengan kemenangan ini, Ariyana menduduki puncak peringkat Pro Junior WSL Asia.

“Saya sangat beruntung menemukan barrel itu di akhir. Kami semua mendapatkan skor rendah, jadi saya sangat gugup karena ada momen-momen tanpa gelombang. Saya senang bisa menemukan gelombang itu dan menang. Ini adalah kali pertama saya menang di sini. Seperti mimpi,” kata Ariyana penuh rasa syukur.

Runner-up Made Mahendra juga merasa puas meski sedikit kecewa.

“Saya agak kecewa, tapi tetap senang bisa meraih posisi kedua. Ini pertama kali saya masuk final Pro Junior tahun ini, jadi cukup bagus. Tapi rencana saya tetap untuk menjadi nomor satu di akhir tahun, hahaha,” ujarnya sambil tersenyum.

Baca Juga:

Di final kategori wanita, semua peserta berasal dari Jepang, menjadikan kompetisi ini semakin menarik. Juara Krui Pro Junior Mirai Ikeda, runner-up Nias Pro Junior tahun lalu Cocona Kawase, runner-up lainnya Sumomo Sato, dan pemenang Manokwari Pro Junior Kana Nakashio bersaing ketat untuk meraih gelar juara.

Dalam upaya terakhir yang mendebarkan, Kana Nakashio berhasil memimpin dengan melakukan bottom turn yang dalam sebelum melakukan turn besar di lip dan mengirimkan semburan air di putaran kedua, memperoleh skor 6,77 dan total nilai heat 13,27. Dengan ini, Nakashio berhasil mengalahkan Sumomo Sato dan memenangkan Pro Junior.

“Saya sangat senang mendapatkan kemenangan ini. Saya tahu ada jeda dalam gelombang, jadi saya harus menunggu dan hanya mengambil gelombang terbaik. Pada gelombang pertama saya, saya mendapat skor bagus, jadi saya merasa selaras dengan gelombang. Saya hanya perlu menunggu kesempatan berikutnya. Akhirnya, di akhir final, saya mendapatkan kesempatan saya, dan saya mendapat skor untuk menang,” kata Nakashio penuh kegembiraan.

Kana Nakashio sebelumnya telah memenangkan Krui Pro Junior 2023 dan Manokwari Pro Junior di Indonesia 2023, serta meraih tempat ketiga di Krui Pro Junior terbaru. Kini, ia berada di posisi nomor satu dalam peringkat Pro Junior Regional WSL Asia.

Runner-up Sumomo Sato merasa kecewa tidak mendapatkan kemenangan, meskipun memegang skor gelombang tunggal tertinggi 7,00. Namun, ia tetap puas dengan hasilnya.

“Saya sedikit gugup di luar sana, jadi saya tidak menangkap gelombang terbaik. Kana adalah peselancar yang sangat baik, dia sangat kuat, jadi dia pantas menang. Ini adalah kontes yang sangat menyenangkan, saya sangat senang bisa sampai ke final. Nias memiliki gelombang yang sangat bagus. Saya sangat menikmati kontes ini,” kata Sumomo.

Acara Nias Pro QS 5000 dan Pro Junior 2024 berlangsung di Teluk Lagundri dari 8 hingga 14 Juni. Ajang ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan para peselancar muda Asia, tetapi juga menjadi bukti bahwa Nias adalah salah satu destinasi Selancar terbaik di dunia. (DETAKKaltim.Com)

Sumber: Rilis MC Nias Pro 2024

Editor: Lukman

(Visited 104 times, 1 visits today)
Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!