Tim Koneksitas Amankan 180 Aset Perkara Korupsi Dana TWP AD

Brigjen TNI Yus Adi Kamrullah dan Ni Putu Purnamasari Didakwa Rugikan Negara Rp133,7 Milyar

DETAKKaltim.Com, JAKARTA : Tim Koneksitas telah dilaksanakan pengamanan aset, berupa tanah dan bangunan sebagai tindak lanjut dari proses penyitaan yang merupakan barang bukti dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD) tahun 2013 sampai 2020.

Jaksa Agung Burhanuddin melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Ketut Sumedana melalui Siaran Pers Nomor: PR – 116/116/K.3/Kph.3/01/2023 yang diterima DETAKKaltim.Com, Selasa (24/1/2023) Pukul 08:32 Wita mengatakan ada sekitar 180 aset tanah dan bangunan berhasil disita oleh Tim Koneksitas (Jaksa, Oditur dan Penyidik Puspomad (Pusat Polisi Militer TNI AD) yang tersebar di beberapa wilayah antara lain Palembang, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan DKI Jakarta.

“Sebelumnya pada Kamis 19 Januari 2023, telah dilaksanakan penyitaan dan pengamanan aset barang bukti berupa tanah dan bangunan yang berlokasi di Jalan Gresik No. 4, RT 10, RW 03, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning Kota Palembang, Sumatera Selatan pada sertifikat an. KGS MMS,” jelas Ketut.

Adapun aset yang dilakukan penyitaan dan pengamanan berada di wilayah teritorial Kodam II/Sriwijaya, dan telah mendapatkan izin penyitaan dari Pengadilan serta pemblokiran oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Beberapa waktu sebelumnya, juga sudah dilakukan kegiatan pengamanan aset berupa tanah di lokasi wilayah Nagrek Jawa Barat dan daerah lainnya,” jelas Ketut lebih lanjut.

JAM Pidmil menegaskan, sambung Ketut, penyitaan dilakukan berdasarkan Pasal 39 KUHAP Ayat 1 yakni, yang dapat dikenakan penyitaan adalah: Benda atau tagihan Tersangka atau Terdakwa yang seluruh atau sebagian diduga diperoleh dari tindak pidana atau sebagian dari tindak pidana. Benda yang telah dipergunakan secara langsung melakukan tindak pidana atau untuk mempersiapkan tindak pidana.

Baca Juga :

Dari hasil Penyidikan, terdapat bukti yang cukup bahwa aset-aset tanah dan bangunan yang disita memenuhi ketentuan KUHAP tentang Penyitaan.

“Adapun tujuan dari penyitaan ini adalah guna kepentingan pengembalian kerugian, yang terjadi sebagaimana ketentuan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi,” sebut Ketut.

Ditegaskan Ketut, kegiatan pengamanan aset dalam perkara dugaan korupsi dana TWP AD ini akan terus dilanjutkan di beberapa wilayah lainnya, dan Kejaksaan bekerja sama dengan Mabesad dalam hal ini Kodam (Komando Daerah Militer) dan satuan TNI AD wilayah setempat serta pejabat Pemerintah Daerah terkait.

Jaksa Agung Muda Pidana Militer (JAM Pidmil) Laksamana Muda TNI Anwar Saadi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pengamanan aset yang telah berjalan baik, tertib, dan lancar berkat adanya sinergi, koordinasi, kerja sama, dan dukungan maksimal dari seluruh stakeholder.

Diantaranya jajaran Mabesad (Markas Besar TNI Angkatan Darat), satuan TNI Angkatan Darat, Jaksa, Oditur dan Penyidik Puspomad.

Hadir dalam kegiatan pengamanan aset tersebut dari unsur Kejaksaan Tinggi, perwakilan Kodam, Direktur Upaya Hukum Eksekusi dan Eksaminasi dan Direktur Penindakan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer Kejaksaan Agung, kemudian perwakilan pemerintah daerah/kelurahan, perwakilan Badan Pertanahan Nasional, serta pejabat RT/RW setempat.

Kasus ini menyeret 2 Terdakwa ke Meja Hijau, masing-masing Terdakwa I Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Yus Adi Kamrullah dan Terdakwa II Ni Putu Purnamasari. Keduanya didakwa merugikan negara Rp133.763.305.600 (Rp133,7 Milyar). (DETAKKaltim.Com)

Sumber : Siaran Pers/K.3.3.1/Diolah

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.