Penyebab Kematian Mardiana di Tarakan Masih Misteri

Orang Tua Korban Tidak Yakin Anaknya Bunuh Diri

Kematian Mardiana yang ditemukan tewas dengan tali terikat di leher di rumah kosnya diduga sebagai korban pembunuhan. Soalnya, tak ada tanda-tanda korban gantung diri.

DETAKKaltim.Com, TARAKAN : Kasus kematian Mardiana (26) warga Bina Lantung, RT 14, Kelurahan Pantai Amal Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, yang ditemukan tewas dengan tali terikat di leher di tempat kosnya, Senin (16/5/2022) masih menyisakan segudang tanda tanya.

Posisi Mardiana saat ditemukan dengan Tali terikat di leher yang terhubung ke salah satu balok kayu di dalam rumah kosnya. (foto : Dok.Keluarga)
Posisi Mardiana saat ditemukan dengan Tali terikat di leher yang terhubung ke salah satu balok kayu di dalam rumah kosnya. (foto : Dok.Keluarga)

Bagaimana tidak? Ketika pertama kali ditemukan posisi korban tergeletak di lantai ditunggui Kayung anaknya yang baru berusia 4 tahun, tertelungkup menangis memeluk korban.

Belum jelas bagaimana mulanya, pada Minggu malam Senin medio Mei lalu Mardiana disebut tewas bunuh diri dengan cara gantung diri dengan seutas Tali Betang (Nilon), yang terjulur dari atas membelit lehernya

 “Jika Mardiana bunuh diri dengan cara gantung diri, kenapa Tali yang menjerat lehernya posisinya di bawah tidak di atas  dekat dagu,” kata Nasrah (47) ibu korban, kepada wartawan DETAKKaltim.Com, Rabu (21/12/2022).

Selain tidak ada bekas jeratan Tali di leher, lidah korbanpun tidak keluar dan waktu dimandikanpun tidak ada kotoran yang keluar dari anus. Sebagaimana umumnya, orang yang mati gantung diri.

Kejadiannya memang sudah 7 bulan berlalu. Namun, titik terang dan penjelasan dari pihak Kepolisian yang menangani kasus ini belum memberi penjelasan, apa penyebab meninggalnya Mardiana. Sementara isu yang beredar belakangan ini, janda beranak satu itu dibunuh seseorang karena merasa dipermalukan.

Hal itu dibenarkan ibu korban didampingi para tetangganya.

“Jangankan penjelasan sebab meninggalnya anak saya – HP (Hand Phone-red) milik korban dan HP Yatri pacarnya yang dibawa Polisi sampai sekarang belum juga dikembaikan,” kata Nasrah, diiyakan para tetangganya.

Yang kini masih tanda tanya adalah, dimana keberadaan orang tua tetangga korban. Saksi yang melihat 2 orang laki-laki masuk ke rumah korban pada malam 16 Mei 2022 sekitar Pukul 02:30 Wita (dini hari).

“Satu orang masuk ke kamar dimana korban berada. Sementara yang satu lagi di luar kamar. Tidak lama kemudian terdengar bunyi kaki meronta-ronta di lantai kamar, disusul tangisan anak-anak,” kata Nasrah mengutip cerita orang tua yang mengetahui kejadian malam itu.

Baca Juga :

Korban pertama kali ditemukan para tetangga sekitar Pukul 06:00 pagi, karena mendengar Kayung anak korban terus menangis semalaman. Para tetangga sebenarnya sudah curiga sejak si anak terus menangis, tapi diabaikan karena Kayung anak yang dimanjakan hampir tiap malam menangis.

Menjelang pagi, anak korban masih terdengar menangis sehingga mengundang keingintahuan tetangga untuk melihat. Ternyata korban sudah kaku tergeletak di lantai dengan seutas Tali membelit lehernya, dipeluk anaknya yang terus menangis meminta mamanya untuk bangun.

Menurut keterangan para tetangga ibunya. Setelah Mardiana bercerai dari suaminya, ia pulang dari Sulawesi ke Tarakan. Ia memilih tinggal di tempat kerja bersama anaknya, dengan alasan tidak mau merepotkan orang tua.

Mardiana kerja sebagai Pemulung Rumput Laut. Sebagai janda beranak satu yang memiliki paras menawan, tak heran jika banyak laki-laki yang menaruh minat mendekatinya.

Itu makanya, keluarga korban yakin kematian Mardiana bukan karena bunuh diri, tapi murni pembunuhan.

“Boleh jadi, penjelasan orang tua tetangga korban yang melihat ada orang malam itu sebagai kunci tabir kematian misterius ini.” tandas tetangga ibu korban yang enggan disebutkan namanya. (DETAKKaltim.Com)

Penulis : SL Pohan

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.