RDP, DPRD Balikpapan Pertanyakan Alamat Kontraktor Proyek DAS Ampal

Fadli : Tidak Diketahui Dimana Alamatnya

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN : Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan digelar di Ruang Rapat Fraksi dipimpin Fadlianoor, dihadiri perwakilan Dinas pekerjaan Umum (DPU) serta Dirut PT Fahreza Duta Perkasa Cahyadi, Selasa(21/11/2022).

Usai RDP, Wakil Ketua Komisi 3 Fadlianoor menyampaikan kepada awak media, ada banyak hambatan yang disampaikan PT Fahreza. Mulai alasan faktor alam, masalah banyaknya pohon, dan banyak kabel.

Namun dari apa yang disampaikan PT Fahreza, Komisi 3 DPRD Kota Balikpapan memberikan kesempatan pada akhir November progres pengerjaannya sudah sampai dimana, dan berapa persen yang sudah dikerjakan.

PT Fahreza Duta Perkasa Cahyadi mengakui ada banyak kekurangan dalam pengerjaan Proyek DAS Ampal, seperti halnya tenaga kerja di lapangan.

Baca Juga :

Berdasarkan apa yang disampaikan PT Fahreza, akan mendatangkan 100 tenaga kerja dari Jawa. untuk hari ini, sudah didatangkan 25 tenaga kerja yang siap untuk stand by.

“Adapun pihak Komisi 3 mempertanyakan status keberadaan alamat Kantor PT Fahreza Duta Perkasa Cahyadi, tidak diketahui dimana alamatnya. Namun setelah dikonfirmasi kepada pihak kontraktor, saat ini telah menempati kantor barunya yang ada di Jakarta. Dan itupun nantinya akan ditelusuri oleh DPRD Balikpapan,” tegas Fadlianoor.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, Komisi 3 DPRD Kota Balikpapan sudah berkoordinasi dengan Bagian Keuangan untuk tidak mengeluarkan anggaran Rp1 pun atas PT Fahreza Duta Perkasa, sebelum progresnya diakhir Desember tercapai.

“Mega proyek pengendalian banjir Daerah Aliran Sungai Ampal adalah proyek multi years akan terus dipantau, sejauh mana progres yang telah dikerjakan akhir Desember harus tercapai 32 persen. Jika lepas dari apa yang sudah ditargetkan, maka kontrak kerja PT Fahreza diputus.” paparnya. (DETAKKaltim.Com)

Penulis : Roni S

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.