Veridiana Sorot Jalan Perbatasan Macam “Bubur Ayam”

Perjalanan Reses, Langsung Telepon Kadis PUPR Pera Kaltim

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Melintasi sungai dan hutan belantara menemui masyarakat di daerah perbatasan, harus dilakoni Veridiana Huraq Wang tanpa kenal lelah demi melaksanakan kewajibannya menggelar reses masa sidang III DPRD Kaltim.

Seperti saat melakukan reses mengunjungi masyarakat di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, berbagai aspirasi disampaikan masyarakat di kawasan perbatasan tersebut.

“Mereka minta diperjuangkan jalur internet, di sana sangat susah jaringan, sementara anak-anak  sekolah banyak  tugas-tugas  dari internet,“ sebut Veri kala dihubungi melalui telepon selulernya, beberapa hari lalu.

Selain itu, lanjut politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kaltim yang telah terpilih untuk kesekian kalinya menjadi wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5, meliputi Kutai Barat dan Mahakam Ulu, juga menerima aspirasi yang meminta pagar SMA Negeri Long Pahangai supaya dibangun.

“Begitu pula masyarakat berharap bantuan rumah-rumah ibadah untuk kegiatan keagamaan,” ungkap Veri yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi 3.

Sedangkan untuk infrastruktur, disebutkan Veri, secara umum menjadi keluhan masyarakat, semacam jalan tani.

“Keluhan dasar, yakni jalan penghubung dari dan ke Long Bagun serta ke Kecamatan Long Pahangai masih seperti “bubur ayam”,”, sorot Veri untuk menggambarkan betapa parahnya jalanan rusak berlumpur yang harus dilewati di kawasan tersebut.

Baca Juga :

“Jangankan Aspal, pengerasan dengan batu saja tidak ada perkembangan atau kemajuan,” keluhnya lagi.

Iapun mengaku, langsung menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) Provinsi Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda terkait kondisi itu.

“Katanya, itu jalan nasional. Tapi masih bisa APBD masuk, ada anggaran tahun ini, Rp30 Milyar untuk membangun Jembatan Mubong, “ jelas Veri.

Jembatan Mubong disebutkan terletak di ruas jalan antara Kecamatan Long Bagun – Kecamatan Long Pahangai.

Menurutnya, masalah  transportasi darat ini kiranya memang sangat penting untuk mempermudah akses masuk bagi pembangunan di wilayah perbatasan.

“Bahkan ketika saya di sana, truk yang angkut baja bahan bangunan jembatan, hampir dua minggu sangkut di jalan, belum bisa sampai di lokasi di Kubar.” pungkasnya  prihatin. (DETAKKaltim.Com)

Penulis : @my

Editor  : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.