Puslatbang KDOD LAN Gelar Ekspose Policy Brief

Pelatihan Kepemimpinan Nasional TK II Angkatan XIV Tahun 2022

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Kepala Puslatbang KDOD LAN Samarinda Muhammad Aswad di hadapan seluruh peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2022, memberikan pemaparan tentang Policy Brief di Gedung Puslatbang KDOD LAN Samarinda, Rabu (9/11/2022)

Pada kesempatan itu, Muhammad Aswad selaku narasumber bersama I Wayan menjelaskan tentang pentingnya Policy Brief dalam mengambil sebuah kebijakan.

Menurut Aswad, Policy Brief yang banyak digunakan untuk mengambil sebuah kebijakan justru diambil dari Puslatbang KDOD Samarinda.

“Kita memang menginginkan Policy Brief ini menjadi brand bagi Puslatbang KDOD,” kata Aswad.

Lebih lanjut Aswad menjelaskan, Policy Brief itu sebenarnya fokus pada kebijakan-kebijakan yang ada.

“Jadi yang ditelaah adalah kebijakan. Kalau tidak bisa mendapatkan telaahan sebagai referensinya, maka paling tidak rekomendasinya harus berubah kebijakan. Dan itulah yang membedakan mengapa di dalam Policy Brief  kita menggunakan kata rekomendasi, bukan syarat. Karena rekomendasi itu lebih kuat, ” jelasnya.

Oleh karena itu, kata Aswad lebih lanjut, kita tidak bisa hanya dengan bernarasi saja di dalam Policy Brief tanpa ada bukti riil.

Baca Juga :

Sebenarnya, masih kata Aswad, munculnya Policy Brief ini hanya sebagai jembatan untuk mempermudah pemerintah mengambil kebijakan dari pada sebuah kajian.

“Justru ini jauh lebih lebih mudah,” ujarnya.

Aswad kemudian memberikan contoh, Presiden Jokowi Itu setiap mengambil sebuah kebijakan harus diawali dulu dengan Policy Brief.

Pada kesempatan itu, Aswad juga memberikan penilaian soal laporan pemaparan para peserta melalui sebuah konten video berkaitan dengan Pariwisata di berbagai daerah, dan kebijakan apa yang akan diambil untuk dapat meningkatkan PAD bagi daerah.

“Jadi Policy Brief itu bukan laporan tapi melihat konteks permasalahan, baru kemudian melihat apakah sudah ada kebijakan yang mendukung atau belum. Atau misalnya kebijakan sudah ada, tapi belum sesuai. Baru kita cari kebijakan apa yang bisa diberikan, untuk memperkuatnya. Itulah Policy Brief,” jelas Aswad.

Lebih jauh dijelaskan Aswad, Policy Brief itu tidak sebatas hanya di Pariwisata saja, tapi dilihat dari potensi daerah.

“Di Banyuwangi itu, mengapa semuanya disebut Dinas Pariwisata. Karena semua Dinas mendukung Pariwisata. Jadi brand-nya Banyuwangi itu adalah Pariwisata.” tandas Aswad.

Pada akhir pemaparan, Aswad berharap Policy Brief ini bisa menjadi contoh bagi penyelengara PKN II di Indonesia. (DETAKKaltim.Com)

Penulis : Ib

Editor  : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.