Komisi 3 DPRD Kaltim Monitor Proyek Jaringan Pipa Air di Balikpapan

Veri : Terealisasi 50 Persen Saja

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN : Veridiana Huraq Wang, Ketua Komisi 3 DPRD Kaltim turun ke lapangan melakukan monitoring terhadap pengadaan dan pemasangan jaringan pipa High Density Polyethylene (HDPE), untuk distribusi pelayanan air bersih diameter 100 mm – 250 mm Kota Balikpapan.

Veridiana mengatakan, pengerjaan pipa tersebut baru terealisasi sekitar 50 persen dari dana APBD Murni 2022 sebesar Rp5 Milyar.

“Kita lihat baru terserap Rp2,4 Milyar dari Rp5 Milyar. Berarti terealisasi 50 persen saja,” ucapnya, Jum’at (30/9/2022).

Terkait kendala yang dialami kontraktor di lapangan, ia menyebutkan bahwa tidak ada kendala yang signifikan. Hanya saja, kontraktor terlalu lamban dan kemungkinan mereka tidak mampu.

Padahal bisa saja memakai alat (exca mini) supaya kinerjanya cepat, namun kemungkinan di lapangan justru manual.

“Kalau yang kami datangi kemarin, tidak ada kendala. Pemasangannya juga tidak terlalu rumit. Di samping itu juga Aspal masih di jalan pemerintah, jadi tidak ada pembebasan lahan dan sebagainya. Sepertinya kendala kontraktor saja,” jelas Veri saat ditemui usai mengikuti Rapat Paripurna Ke-41 Masa Sidang III Tahun 2022.

Baca Juga :

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, ia meminta dan mendorong Cipta Karya agar mempercepat pengerjaan pemasangan pipa di daerah Manggar jalur Kota Balikpapan. Mengingat, proses pengerjaan sudah sekitar 9 bulan lamanya. Namun, hingga saat ini baru terealisasi 50 persen.

“Ini sudah bulan September, tapi baru bisa dikerjakan Rp2,4 Milyar. Kita akan panggil Cipta Karya secepatnya, karena anggaran ini sedikit cuma Rp5 Milyar. Kontraktor harus bisa menyelesaikan proyek ini secepatnya. Ini kan persoalan kontraktor,” tegas Veri yang terpilih dari Daerah Pemilihan Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Veri berharap anggaran Rp5 Milyar bisa segera terserap, mengingat di daerah Manggar belum ada PDAM. Padahal kebutuhan air bersih di Balikpapan itu sangat tinggi.

“Kita hanya takut jika kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya. Paling tidak, bisa selesai diakhir tahun supaya daerah situ bisa dialiri air bersih,” harapnya.

Veridiana bercerita sempat singgah di salah satu warung dekat Perumahan Batakan. Warga di sanapun mengeluhkan tidak adanya air PDAM. Sementara ini, mereka masih pakai air tanah.

“Untuk kebutuhan mereka jualan itu saja menggunakan Air Galon harganya Rp25 Ribu. Bayangkan saja Air Galon Rp25 Ribu, wajar saja bila biasanya beli teh Rp4 Ribu, di sana jadi Rp8 Ribu. Bukan persoalan Rp8 Ribu tapi menjadi sepi, warung nggak laku orang mikir ini cuma Teh tapi harganya Rp8 Ribu. Padahal bahan bakunya yang mahal,” ungkap politisi senior PDIP Kaltim tersebut.

Komisi 3, kata Veri lebih lanjut, akan memanggil Cipta Karya secepatnya dan melakukan evaluasi kinerja kontraktor.

“Jangan sampai tidak terserap, karena kebutuhan air bersih di sana sangat luar bisa. Secepatnya akan kita panggil.” tandasnya. (DETAKKaltim.Com)

Penulis : Adt/Adv.DPRD Kaltim)

Editor   : Lukman

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.