Setelah 60 Tahun “Mengabdi”, Jembatan Sungai Kapih Ditutup

Munir : Kita Sepakat Untuk Menutup Sementara

Misbahul Munir Al Habsy, Lurah Sungai Kapih. (foto : Mashardiansyah)
Misbahul Munir Al Habsy, Lurah Sungai Kapih. (foto : Mashardiansyah)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Jembatan Sungai Kapih di Jalan HM Saleh Arsyad, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kaltim, yang berusia sekitar 60 tahun resmi ditutup sementara, Jum’at (23/9/2022) besok.

Langkah penutupan itu diambil lantaran akan dilakukan proses perbaikan, dan warga dihimbau agar mencari jalan alternatif selama kurang lebih 3 bulan.

“Setelah kami lihat kondisi fisik di lapangan, dan kita sepakat untuk menutup sementara waktu tepatnya Jum’at besok. Kalau kita tidak mulai dari sekarang, Jembatan ini tidak terbangun-bangun. Saya harap masyarakat dapat memahami ini, dan mencari jalan alternatif dulu untuk sementara waktu,” jelas Misbahul Munir Al Habsy, Lurah Sungai Kapih kepada DETAKKaltim.Com.

Jembatan yang menurut warga sudah berusai 60 tahun, sejatinya sudah lama direncanakan untuk diperbaiki. Hanya saja terkendala beberapa faktor, di antaranya kabel PLN yang menyulitkan proses pemancangan, namun hal itu sudah diatasi pihak PLN.

Baca Juga :

“Sebenarnya pengerjaan ini hanya terhambat kabel utama, karena tiang pancang kita tidak bisa berdiri terhalang kabel. Tapi sekarang sudah dipindah dan kita bisa memulai pengerjaannya, target kita sekitar tiga bulan,” ungkap Joko Susili, Site Engineer.

Meski aktivitas warga akan terhambat selama kurang lebih 3 bulan, karena Jembatan yang menjadi akses utama bagi warga Sungai Kapih yang ingin ke Samarinda, begitupun sebaliknya. Ternyata warga sangat menantikan pekerjaan Jembatan tersebut.

“Untuk penutupan Jembatan saya rasa semua warga tidak keberatan, karena ini yang kita nantikan. Karena saya yakin jika Jembatan ini bagus, perekonomian masyarakatpun akan berkembang,” ujar Husain, Warga Jalan HM Saleh Arsyd.

Lurah berharap, warganya mau mengerti mengenai penutupan Jembatan ini. Dan menyarankan agar mencari jalan alternatif, atau menggunakan Jembatan Kayu sabagai Jembatan alternatif. Terkhusus pejalan kaki, berada tidak jauh dari Jembatan yang ingin diperbaiki. (DETAKKaltim.Com)

Penulis : Mashardiansyah

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.