Sakit, Kaspul Berharap Permohonan Penahanan Kota Dikabulkan

 Ditahan Karena Diduga Melakukan Penipuan

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Kaspul Anwar (58) seorang pengusaha Batubara asal Samarinda tak menyangka bisnis emas hitam yang dilakoninya ini membawanya ke masalah hukum.

Kaspul dilaporkan oleh rekan bisnisnya sendiri akibat diduga melakukan tindak pidana penipuan terkait pembelian Batubara.

Setelah melalui pemeriksaan oleh Penyidik, Kaspul Anwar kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Penyidik Polresta Samarinda, Kamis 14 April 2022.

Sejak ditahan kondisi kesehatan Kaspul Anwar yang memang memiliki riwayat penyakit, mulai menurun. Bahkan kini dia harus dibantarkan penahanannya ke rumah sakit AWS Samarinda oleh Penyidik untuk menjalani perawatan, Rabu (2/8/2022).

Kaspul Anwar yang ditemui wartawan di Ruang Sakura Rumah Sakit AWS Samarinda, Minggu (7/8/2022) malam, nampak kondisinya masih kurang sehat.

Di ruangan itu Kaspul ditemani oleh istri bernama Sarlota dan 2 orang anggota Polisi, yang turut menjaga karena statusnya sebagai Tersangka.

Kepada Wartawan Kaspul menceritakan, kalau kondisi kini belum sehat betul kendati Selang Infus ditangannya sudah dilepas.

Kaspul mengaku ditahan karena kasus dugaan penipuan terkait pembelian Batubara.

“Saya sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan melalui Pengacara, tapi belum dikabulkan,” jelas Kaspul.

Menurut Sarlota istri Kaspul, Suaminya ini menderita pembengkakan Jantung, Asam Lambung, Gula Darah bahkan ambeyen akut, karena itu butuh perawatan.

Baca Juga :

Riwayat penyakit suaminya ini kata Sarlota sudah lama diderita.

“Ada rekam medisnya kok. Yang lama bahkan yang baru juga ada,” ujarnya.

Permohonan penangguhan penahanan sudah diajukan sejak tanggal 3 Agustus 2022 melalui Kantor Advokad Apriliasyah SH MH dan Rekan.

Dalam perkara ini, Apriliansyah mengaku sudah mengajukan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan kepada Penyidik.

“Kita berharap, permohonan klien kami ini bisa dikabulkan untuk Tahanan Kota agar bisa berobat jalan,” ujar Apri.

Alasannya selain kondisi kesehatan kliennya itu sakit, lanjut Apri, permohonan penangguhan penahanan telah memenuhi syarat sebagaimana ketentuan Pasal 31 Ayat (1) KUHAP.

Terkait perkara tersebut, Apri mengatakan sebenarnya perkara kliennya itu Perdata. Karena sesuai perjajian, jika timbul permasalahan diselesaikan di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).

“Sebenarnya perkara Perdata, sebab Pasal 14 berbunyi, apabila terjadi permasalah, sengketa atau wanprestasi akan menempuh Badan Arbitrase Nasional Indonesia.” tandas Apri. (DETAKKaltim.Com)

Penulis : ib

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.