Kaltim Peringkat 6 IDM Nasional, Terbaik di Kalimantan dan Sumatera

Belum Mampu Raih Peringkat 3, Terhalang Aksesibilitas Jalan di Perbatasan  

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Sebuah prestasi, Provinsi Kaltim raih Peringkat 6 Nasional untuk Indeks Desa Membangum (IDM). Terbaik di Kalimantan, dan Sumatra. Walau Pulau Jawa tak bisa dilawan, karena memang Kaltim miliki permasalahan aksesibilitas.

Untuk itu jika saja daerah perbatasan di Kaltim yakni Kabupaten Mahulu bisa ditempuh lewat darat, yang tidak susah geografisnya, maka bukan tidak mungkin Kaltim  bisa meraih peringkat 3 besar untuk IDM secara Nasional.

Optimisme ini seperti yang dinyatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) Provinsi Kaltim M Syirajudin, Senin (6/6/2022).

“Dengan kesulitan yang cukup tinggi, masalah keadaan geografis di Kaltim menjadi kendala untuk IDM kita. Tapi alhamdulillah secara berjenjang pengawasan dan pembinaan Provinsi ke daerah Kabupaten, lalu Kabupaten ke Desa cukup bagus, sehingga kita tetap berkeyakinan Kaltim akan tetap mempertahankan rangking 6 IDM Nasional tersebut,” harapnya.

Karena menurut Syirajudin, tidak mungkin bisa melampaui daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Baca Juga :

“Itu karena dari satu Desa ke Desa yang lain di daerah mereka, gampang ditempuh lewat darat. Hanya butuh waktu 15-20 menit, sudah sampai di daerah perbatasan. Sedangkan kalau Desa di Kaltim, butuh waktu sampai berhari-hari untuk mencapainya,“ kilahnya.

Untuk meraih peringkat IDM tersebut, beberapa langkah menurut Syirajudin telah dilakukan.

“Koordinasi kami intens di antara Provinsi dengan Kabupaten terkait dengan Indeks Desa Membangun ini, dengan tiga komponen yang dinilai keberhasilan Kaltim. yakni dari aspek ketahanan sosial dasar, aspek ketahanan ekonomi, dan aspek ketahanan lingkungan,“ terangnya.

Ia melanjutkan, sosial dasar itu meliputi bangunan sekolah termasuk ketersediaan guru, bangunan Puskesmas, dan ketersediaan tenaga medis.

“Sedangkan penilaian aspek ekonomi meliputi keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pasar Desa, dan Perbankan, Pos dan Giro dan lain-lain di Desa,“ jelasnya lagi.

Begitu pula untuk penilaian aspek lingkungan, menurut Syirajudin, meliputi tanggap bencana yang dimiliki Desa dan pelestarian lingkungannya serta lainnya.

“Kami intens melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Kabupaten-Kabupaten untuk Desa mereka, melalui Rakor (Rapat Koordinasi) kami evaluasi dimana kelemahan  kita. Alhamdulillah itu yang kami lakukan, untuk meraih peringkat IDM Nasional bagi pemberdayaan masyarakat Desa dan pengelolaan Pemerintahan Desa.“ pungkasnya. (DETAKKaltim.Com)

Penulis :  @my

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.