Usaha Cetak Naker Berkompeten dan Mandiri Melalui BLKI

Dibiayai APBN dan APBD, Optimalkan BLKI Balikpapan dan Bontang

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Sebagai upaya mengatasi tingkat pengangguran yang semakin meningkat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kaltim optimalkan 2 Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) yakni di Kota Balikpapan dan di Bontang, dimana keduanya berfungsi mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing.

Demikian diterangkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim Suroto, menanggapi langkah dari Pemda untuk mengatasi masalah pengangguran yang meningkat pasca pandemi Covid-19.

“Di samping itu juga dari dari dua Balai Latihan Kerja tersebut, kita setiap tahun  ada beberapa program yang dijalankan, semacam program alat berat program pelatihan otomotif listrik, sampai juga membuat kue dan jahit-menjahit,” terangnya, saat dijumpi di Kantornya, Kamis (12/5/2022).  

Menurutnya, di situlah peran pemerintah untuk memberikan kemampuan atau kompetensi kepada mereka, agar nantinya ke depan mampu terserap dalam dunia kerja. Yakni bisa terserap dalam sebuah perusahaan atau badan usaha, serta mampu berwirausaha atau usaha mandiri  seperti otomotif.

Misalnya kalau dia memiliki modal, lanjut Suroto, juga bisa membuka usaha pembuatan kue atau roti yang pememasarannya tidak terlalu sulit, karena bisa melalui online yang tanpa membutuhkan suatu tempat tertentu.

“Inilah upaya mengatasi pengangguran yang ada di Kalimantan Timur, sekaligus juga kita ingin menyiapkan Sumber Daya Manusia, anak-anak Kaltim yang memiliki kompetensi, keahlian tertentu agar bisa bersaing dalam  dunia kerja,“ imbuhnya.

Baca Juga :

Untuk itulah, menurut Suroto, pihaknya juga bekerja sama Kementerian Ketenagakerjaan melalui kucuran dana APBN.

“Jadi tidak hanya APBD saja untuk pembiayaan BLKI yang ada di Kaltim,“ terang Suroto.

Untuk pembiayaan dari APBN, jelasnya, angkanya ia tidak tahu persis. Namun seperti BLKI di Balikpapan itu, ada  kurang lebih 19 paket program. Di mana satu paket itu 16 orang, dengan pejabat  pengelola keuangannya ada di BLK Samarinda yang merupakan Unit  Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) yang ada di Kalimantan Timur.

“Inilah perpanjangan tangan dari Kementerian Ketenagakerjaan, begitu juga dengan pembiayaan BLKI di  Bontang,“ sambungnya lagi.

Sedangkan untuk penyaluran tenaga kerja (Naker) pasca pelatihan, menurut Suroto, adalah melalui Disnaker Kabupaten/Kota setempat.

“Untuk pemantauan, kita juga membentuk semacam wadah para alumni pelatihan BLKI dengan melalui  WA grup, yang akan menginformasikan ketika ada alumni yang sudah masuk atau terserap dalam dunia kerja.“ pungkasnya. (DETAKKaltim.Com)

Penulis : @my

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.