Soal Dana CSR, Anggota Komisi 2 DPRD Kaltim Minta Perusahaan Sensitif

Ely : Masyarakat Lokal Wajib Diutamakan

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebuah Perusahaan Batuabara di Kaltim ke Universitas Indonesia sebesar Rp500 Juta, terus menuai reaksi dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim.

Ely Hartati Rasyid, Anggota Komisi 2 DPRD Kaltim yang membidangi Keuangan dan Ekonomi mengatakan, ini momentum untuk membangkitkan solidaritas dan kejadian ini wajib mendapat sorotan DPRD.

“Ini penting momentumnya membangkitkan solidaritas, karena jika tidak digubris perusahaan merasa tidak sungkan lagi. Rasa kepedulian lokalnya hilang, kalau kita tidak peduli mereka merasa sah-sah aja,” terang Ely.

Ely yang berasal dari Daerah Pemilihan Kutai Kartanegara menambahkan, dipilihnya Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru harus dibarengi dengan partisipasi masyarakat lokal. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi dan mengambil keuntungan di Kaltim, harusnya sensitif terhadap Kaltim.

“Apalagi nanti ada IKN, partisipasi masyarakat lokal wajib diutamakan. Kurang sensitifnya rasa memiliki Kaltim bagi perusahaan yang operasional dan ambil keuntungan di Kaltim, itu wajib mendapat sorotan DPRD juga,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Berita Terkait :

Sebelumnya, dikutip dari Tribunnews.com, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyoroti adanya aliran dana CSR sebuah Perusahaan Batubara di Kaltim ke Universitas Indonesia, yang menurutnya, dirasa kurang pas oleh Pemerintah Daerah.

Menurutnya, ini pertanyaan yang menggelitik. Kenapa dana CSR sebesar Rp500 Milyar itu tidak diberikan ke Kaltim. Iapun menyampaikan, pertanyaan tersebut bukan dari dirinya pribadi. Ini masyarakat Kaltim yang bertanya, kenapa diberikan ke sana, tidak diberikan ke Kaltim.

Iapun mengungkapkan harusnya perusahaan tersebut bijak, dan seimbang melihat proporsi Kaltim yang juga memberikan Sumber Daya Alamnya untuk dikeruk dan menjadi profit. Kepentingan masyarakat juga jauh lebih penting, apalagi terkait pendidikan.

Lebih lanjut Hadi menyampaikan, perusahaan yang bekerja di Kaltim juga kerap diminta agar ikut membantu dalam kepentingan masyarakat luas di Benua Etam, agar tidak hanya merasakan dampak. Namun juga manfaat dari adanya perusahaan yang beroperasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh informasi tentang Perusahaan Batubara mana yang dimaksud Wakil Gubernur Kaltim tersebut. (DETAKKaltima.Com)

Penulis : LVL

Leave A Reply

Your email address will not be published.