IPM di Kaltim Masih Belum Merata, Terungkap di Sidang Paripurna DPRD

Terendah Kabupaten Mahulu, Tertinggi Kota Samarinda

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur Martinus mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2021 di Benua Etam masih belum merata dan terjadi perbedaan yang cukup signifikan.

“Angka IPM tahun 2021 antara wilayah Kabupaten dengan perkotaan di Benua Etam masih terjadi perbedaan signifikan, berkisar antara 5,56 sampai 12,81 poin,” ungkapnya dalam Rapat Paripurna Ke-13 Masa Sidang II Tahun 2022.

Hal itupun menjadi perhatiannya sebagai Ketua Panitia Khusus LKPJ DPRD Kaltim. Seharusnya, kata Martinus, hal demikian bisa menjadi perhatian pemerintah.

Pun mengingat, pelaksanaan pembangunan tahun 2021 merupakan tahun Ketiga dari pelaksanaan RPJMD Kaltim 2019-2023.

Maka, tugas pemerintah adalah merumuskan kebijakan, program, kegiatan dan sub kegiatan yang fokus serta berdampak siginifikan terhadap penurunan perbedaan angka IPM yang tinggi antara wilayah Kabupaten dan Kota di Kaltim,” tegasnya, Rabu (11/5/2022).

Baca Juga :

Adapun capaian IPM tahun 2021 untuk Mahulu 67,95, Penajam Paser Utara 72,01, Kutai Barat 72,07, Paser 72,93, Kutai Timur 73,81, Kutai Kartanegara 74,06, Berau 75,20, Bontang 80,59, Balikpapan 80,71 dan Samarinda 80,76.

Dalam kesempatan itu, ia juga menambahkan bahwa target IPM Provinsi Kaltim tahun 2021 sebesar 76,75 sedangkan target pada akhir RPJMD tahun 2023 sebesar 77,75.

Sedangkan capaian IPM tahun 2021 sebesar 76,88, itu artinya melebihi target, ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya sebesar 0,64 poin.

“Memang dari 34 provinsi, angka IPM Kaltim tahun 2021 berada pada peringkat tertinggi ketiga setelah DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun demikian, IPM antar Kabupaten Kota di Kaltim belum merata,” ucap Politikus PDI Perjuangan itu. (DETAKKaltim.Com)

Penulis : Adt

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.