Shalat Ied di Masjid Berlin Connecticut AS Tiga Gelombang

Masjid Berlin Didirikan Ali Antar dari Mesir

Open house Ibu Nurlaila Amir yang telah bermukim di Connecticut, AS, selama sekitar 30 tahun. (foto : Exclusive)
Open house Ibu Nurlaila Amir yang telah bermukim di Connecticut, AS, selama sekitar 30 tahun. (foto : Exclusive)

DETAKKaltim.Com, HARTFORD-AS : Shalat Idul Fitri 1443 H dirayakan ummat Islam di seluruh dunia, termasuk yang ada di negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS). Sebagaimana yang dikisahkan Saleh Mude, seorang Mahasiswa asal Indonesia kepada DETAKKaltim.Com.

Saleh Mude yang setahun terakhir bermukim di Kota Hartford, Connecticut, AS, lantaran menempuh Pendidikan di Hartford International University (HIU) mengisahkan, bagaimana pelaksanaan Shalat Ied di negara yang kini dipimpin Presiden Joseph Robinette Biden Jr akrab disebut Joe Biden.

“Hari ini saya bersama keluarga merayakan shalat Idul Fitri 1443 H, bertepatan 2 Mei 2022, dan menyaksikan dari dekat tradisi puasa dan lebaran pertama di tanah rantau, Kota Hartford, Connecticut, Amerika Serikat,” kata Saleh yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Ia dijemput dan diantar pulang Ibu Wati Amir, diaspora asal Palembang, Sumatera Selatan. Ibu Wati dan kakaknya, Nurlaila Amir telah tinggal di Amerika lebih 30 tahun dan keduanya menikah dengan pria Amerika.

“Yang unik adalah ketika kami shalat Ied Fitri dalam tiga gelombang. Dari jam 07, 09, dan 11 pagi waktu Hartford. Gelombang Pertama, mayoritas jemaah dari Negara Pakistan dan Arab Saudi. Gelombang Kedua dari Bangladesh, Sri Langka, dan lain-lain. Dan gelombang Ketiga dari Indonesia, Turki, dan lain-lain. Tiap gelombang beda khatib shalat Ied,” jelas Saleh.

Di gelombang Ketiga, ia menyaksikan dan terlibat dalam melantungkan Takbir, Tahmid, dan Tasbih dari jam 09:30. Begitu menjelang jam 11:00, Direktur Masjid Berlin Dokter Reza Mansor asal Sri Langka memberikan sambutan singkat.

Dokter Reza Mansor adalah sahabat Alwi Shihab, ia memberikan sambutan singkat menyambut kedatangan jemaah dan mempersilahkan memasukkan Uang di kotak amal (dua boks) bagi mereka yang ingin membayar zakat fitra dan sedekah, dan memperkenalkan calon khatibnya yang mirip wajah dan baju model orang Pakistan atau India.

Baca Juga :

Sang Khatib menjelaskan dan memperagakan tata cara shalat dan jumlah rakaat Shalat Idul Fitri. Ketika semua shaf jemaah rapi dan rapat, kami langsung shalat dua rakaat. Setelah itu, Khatib langsung berdiri menyampaikan khutbahnya, seperti ceramah biasa.

Tidak seperti di Indonesia, ada mukaddimah dan duduk di antara dua khutbah. Ceramah disampaikan dalam Bahasa Inggris, tentang keistimewaan bulan suci Ramadhan di era pandemi Covid.

“Kami diminta untuk merayakan dengan penuh riang dan rasa bahagia, serta saling memaafkan,” jelas Saleh.

Setelah mendengar khutbah, semua jemaah berdiri saling bersalaman dengan penuh keakraban, sambil saling menyapa dan mengucapakn salam dan “Ied Mubarak,”. Sebagian juga berfoto-foto secara berkelompok, kelihatan tali persaudaraan antar-sesama muslim, walaupun sebagian baru pertama kali bertemu.

“Saya beruntung karena sudah mengenal Direktur Masjid Berlin Dokter Reza Mansir, dan sebelum pulang saya dikenalkan ke pendiri Masjid Ali Antar, pria berumur 65-70 tahun asal Mesir. Reza Mansor dan Ali Antar adalah dua kolega Alwi Shihab,” jelas Saleh lebih lanjut.

Alwi Shihab pernah tinggal beberapa tahun di Kota Hartford dan menjadi pembina Masjid Berlin, cerita Nurlaila Amir yang tinggal tidak jauh dari Masjid Berlin.

“Ibu Nurlaila Amir mengundang saya sekeluarga ke rumahnya karena dia open house kemarin. Kami dijamu makanan Indonesia, ada Opor Ayam, Ketupat, Rendang, Sayur Ketupat Labu Siam, dan lain-lain. Kerinduan pada menu Indonesia terobati di hari lebaran yang bahagia ini. Alhamdulillah.” tandas Saleh. (DETAKKaltim.Com)   

Dikisahkan  : M Saleh Mude

Editor    : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.