MPW PP Kaltim Nilai Prof Budi Tidak Layak Jadi Rektor ITK

Awang Yacoub : Diksi Ngawur Rektor ITK Adalah Paradigma Tidak Pancasilais

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Kaltim bereaksi keras atas diksi Profesor Budi Santosa Purwokartiko menyebut mahasiswanya yang berjilbab dengan istilah manusia gurun, dan menyebut bukan muhrim tidak boleh bersentuhan, itu adalah ajaran manusia ganas.

Dalam rilis Persnya yang diterima DETAKKaltim.Com, Rabu (4/5/2022) Pukul 12:39 Wita, Ketua Harian MPW PP Kaltim Zuhairi dan Sekretaris MPW PP Kaltim Awang Yacoub Luthman mengatakan, diksi tersebut sangat tidak bijak dan sangat salah besar. Apalagi paradigmanya itu digunakan dalam amanahnya sebagai reviewer dalam penyataan di akun media sosialnya, yang menceritakan pengalamannya terkait wawancara beasiswa LPDP berbau SARA.

Menurut Awang Yacoub, diksi seorang yang punya pangkat akademik tertinggi profesor seharusnya memilih pilihan kata di dalam tulisannya, untuk memberi makna sesuai dengan keinginan dirinya dan syaratnya tepat, benar, dan lazim. Membaca Al Quran seperti fiksi, padahal jika keyakinannya kaffah dan ikhsan, tidak mungkin memberikan pernyataan diksi- diksi ngawur tentang Al Quran, Jilbab dan Islam itu sendiri.

“Kami sebagai representasi dari MPW Pemuda Pancasila KalimantanTimur, sangat menyesalkan statement tersebut keluar dari jiwa seorang berpangkat akademik tinggi. Dengan tegas kami menolak Profesor Budi berada di Bumi Kalimantan, yang benar-benar menjaga sikap Pancasilais. Dan perlu kami ingatkan kepada Profesor Budi, kalau dirinya bukan hanya membuat kami sebagai penjaga Pancasila di benua Kalimantan Timur ini marah, tetapi dia telah melanggar sumpah jabatannya,” tegas Awang Yacoub.

Ia kemudian mengutip sumpah jabatan yang diucapkan seorang pejabat saat dilantik ; Demi Allah, saya bersumpah/berjanji : Bahwa saya, untuk diangkat menjadi …*Dengan Nama Jabatannya*, akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara, dan Pemerintah.

Baca Juga :

Maka jelas, kata jelas Awang Yacoub lebih lanjut. Pertama, Profesor Budi telah melanggar sumpah jabatannya. Kedua, Profesor Budi adalah pemimpin di ITK tanah Kalimantan Timur, benua Kutai Kartanegara, yang menjaga Agama, Adat, Adab dan Akulturasi Budaya, jelas sebagai pemimpin dia bukan seorang pengayom bahkan bukan seorang yang toleran yang menjaga toleransi dengan baik.

“Siapapun beliau, maka jelas beliau tidak layak sebagai Rektor pemimpin di Kampus besar sekelas ITK,” kata Awang Yocoub.

Ketiga, Paradigma pikirannya jelas tidak berdasar dengan Ketuhanan Yang Maha Esa dengan keyakinan yang dia peluk. Jiwa yang demikian akan menjauhkan diri menjadi manusia adil dan beradab apalagi menjaga Persatuan Indonesia, maka jelas akan menjauhkan ITK dan Kalimantan Timur dari Keadilan Sosial. Secara prespektif pihaknya sangat mengkhawatirkan nasib Mahasiswi-Mahasiswi ITK yang berjilbab, maupun Mahasiswa-Mahasiswi Islam ITK yang Ikhsan.

“Kami representasi MPW PP Kaltim menyatakan dengan jelas dan tegas, bahwa kami meminta agar beliau sebagai Rektor dipertimbangkan untuk tidak menjadi pemimpin, dan kami minta Insitusi ITK dan DIKTI jangan diam,” tegas Awang Yacoub lagi.

Iapun juga meminta Tim Kode Etik kedua institusi tersebut harus jelas dan tegas terhadap pemimpin Rektor di Kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK), karena jelas pintu masuk kode etiknya adalah melanggar sumpah jabatan dan diksi-diksi yang tidak berwawasan akademik yang baik dan benar.

“Dan kami sangat tidak respek jika seseorang berpangkat akademik tertinggi, etika akademiknya terlanggar dan etika kepemimpinannya tidak Pancasilais. Maka mengudurkan diri akan lebih terhormat, dari pada kami demo ITK besar-besaran. Dan kami akan beri catatan bahwa demo yang akan kita lakukan adalah demo yang Pancasilais, dan mengedepankan etika dan kehormatan akademik. Dan ini adalah bentuk sikap MPW Pemuda Pancasila Kaltim atas kepemimpinan yang tidak Pancasilais.” tandas Awang Yacoub. (DETAKKaltim.Com)

Sumber : Rilis

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.