Banjir Sangatta, Pengungsi di Masjid Agung Al Faruqh Butuh Selimut

Dedi : Cuacanya di Sini Dingin Pada Malam Hari

DETAKKaltim.Com, SANGATTA : Akibat bencana banjir yang melanda 2 Kecamatan di Kutai Timur (Kutim), ratusan warga terpaksa harus mengungsi. Salah satu tempat pengungsian yang ditetapkan pemerintah setempat adalah Masjid Agung Al Faruqh.

Menurut salah satu pengungsi yang menghungi DETAKKaltim.Com hari ini, Minggu (20//3/2022) Pukul 21:42 Wita, jumlah pengungsi di Masjid Agung Al Faruqh mencapai sekitar 700 orang. Saat ini mereka sangat mangharapkan bantuan Selimut, karena udara sangat dingin pada saat malam dan juga butuh pakaian untuk anak bayi.

“Untuk warga yang ada di Masjid Al Faruqh total ada 700 orang. Yang dibutuhkan Selimut sangat penting, karena cuacanya di sini dingin pada malam hari. Dan Pakaian anak bayi,” jelas Dedi.

Dedi menuturkan, baru hari ini masuk ke tempat pengungsian itu bersama 7 rekannya. Ia bersama rombongan dalam perjalanan dari Berau tujuan Samarinda, namun terpaksa harus singgah di tempat tersebut lantaran tidak bisa melewati banjir.

“Tadi saya perhatikan mulai banyak yang ngungsi ke sini,” imbuh Dedi.

Mengenai soal makanan, ia menjelaskan hingga saat ini kebutuhan makan dan air minum disiapkn oleh panitia Masjid.

BERITA TERKAIT :

Berdasarkan data laporan sementara yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim menyebutkan, akibat banjir di Kutim hingga Minggu 20 Maret 2022 sampai Pukul 12:00 Wita sekitar 1.700 warga terdampak.

Warga tersebut masing-masing beralamat di Kecamatan Sangatta Utara, meliputi Desa Sangatta Utara sekitar 600 Kepala Keluarga (KK), Desa Swarga Bara sekitar 100 KK, dan Kelurahan Teluk Lingga sekitar 300 KK.

Untuk Kecamatan Sangatta Selatan, meliputi Kelurahan Singa Geweh sekitar 350 KK terdampak, dan Desa Sangatta Selatan sekitar 450 KK.

Sejumlah personel dari berbagai instansi ambil bagian dalam membantu korban, di antaranya Kodim 0909/Ktm 25 orang, Koramil 0909-01 /Sgt 15 orang, Polres Kutim dan Polsek Sangatta 50 orang, Lanal  Sangatta 20 orang, BPBD Kutim 25 orang, SAR 10 orang, Tagana 20 orang, PMI 8 orang, dan Dinas Sosial 10 orang.

Kondisi akses jalan poros Km 2 Sangatta – Bontang saat ini, disebutkan, tergenang air tinggi, tidak bisa dilalui kendaraan.

Untuk Posko Banjir disebutkan di Kantor BPBD Kutim, dan Kantor Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara.

Sedangkan tempat pengungsian masing-masing Masjid Agung Al Faruqh, Gedung Serba Guna Pemkab Kutim, Aula Makodim 0909 Kutim, Sekretariat Muhammadiyah, dan GOR KPC Swarga Bara. (DETAKKaltim.Com)

Penulis : LVL

Leave A Reply

Your email address will not be published.