SANG PEMBEBAS

Roman Sejarah dan Kiprah Petualangan Kesatria Tana Ugi, La Maddukkelleng

BAGIAN KESEMBILAN : MUARA KANDILO (Episode-4)

PERTEMPURAN lain juga berlangsung sangat keras. Terlihat La Banna dan Cambang Balolo mengamuk mengeroyok seorang berbaju kuning yang sangat lihai. Dari ekor matanya, La Maddukkelleng mengenali orang itu sebagai La Melleng, pengawal utama To Passarai yang ia tahu tak kalah saktinya dibanding To Passarai.

Baik La Banna maupun Cambang Balolo sangat penasaran ketika mereka sudah berdua mengerahkan segala kepandaian, namun tak mampu merobohkan orang ini. Bahkan mereka terdesak oleh pukulan-pukulan aneh yang keluar dari bentakan-bentakan dan sinar matanya.

Dalam hal ilmu silat, mereka sebenarnya mampu mendesaknya, namun setiap kali terjadi bentrok yang dibarengi bentakan-bentakan dan sinar matanya yang berkilat, mereka terpukul mundur bahkan terdesak hebat. La Maddukkelleng yang menyadari ini segera berteriak memperingatkan keduanya,

“Jangan lihat matanya, dan tutup pendengaran. Mereka ini penyihir tak berguna!” Betul saja, setelah La Banna dan Cambang Balolo menghindari pandangan mata dan menutup telinga dengan sumbat kain kecil, perkelahian berbalik situasi. Orang yang bernama La Melleng itu terdesak hebat. Bentakan-bentakannya yang mujijat tidak berpengaruh banyak.

La Maddukkelleng menyadari bahwa pasukan To Passarai ternyata tak kalah banyak. Mereka juga rata-rata berilmu tinggi. Tapi yang ia bawa dalam misi ini adalah pasukan khusus yang dimilikinya. Ia tak meragukan kemampuan mereka. Namun ada dua orang di pihak musuh yang memiliki kesaktian hebat. Maka La Maddukkelleng sadar bahwa ia harus cepat menyelesaikan To Passarai.

Ia segera meningkatkan daya serangnya dan mencoba memainkan Sulapa Seppulo dikombinasi dengan silat Sendeng Baruga. Ia memenuhi seluruh pukulannya dengan Lemmung Manurung yang panas. To Passarai mengirim tusukan keris bertubi-tubi dalam gerakan yang sulit diikuti pandangan, bayangan keris itu saling silang dengan gerakan tangan kirinya yang diputar-putar menghadap ke wajah La Maddukkelleng.

CERITA SEBELUMNYA :

Inilah persiapan serangan kombinasi Mencak Sangge yang dimainkan dengan keris dan ilmu hitam yang diwarisinya dari Anreguru Panrita Baju Ridie. La Maddukkelleng yang telah mengambil keputusan untuk langsung pada serangan pamungkas, memasang kuda-kuda pendek, memutar kaki yang diikuti kedua tangannya yang mengeluarkan angin menderu menyampok untuk membuyarkan serangan keris.

Tangkisan ini disusul pukulan terampuh dari unru terakhir Sulapa Arua disambung Sulapa Seppulo yang ampuh. kuda-kudanya tiba-tiba berubah merendah lalu meluncur cepat bagai anak panah ke arah To Passarai yang masih memutar keris. Seper sekian detik sebelum pukulan mendarat, terdengar suara aneh dari tenggorokan To Passarai disusul bentakan keras..

“Huaaaaahh.. Rebahlahh!!!!” Suara mistis itu terdengar sangat besar melampaui suara pertempuran lain di tempat itu. Beberapa pasukan dari kedua kubu yang tak cukup kekuatan batin terduduk dan nanar mendengar bentakan keras itu. Inilah ilmu kesohor dari To Passarai yang mampu membuat lumpuh musuh hanya dengan bentakan keras.

La Maddukkelleng merasakan kekuatan aneh yang membuyarkan serangannya dan membuat persendiannya terasa lemas. Namun ia tak mengurunkan serangannya. Ia terus berputaran cepat dalam Sulapa Seppulo. Sulapa tingkat sepuluh ini dilakukan dengan cara berputaran mirip gasing tapi dengan perpindahan posisi yang sangat cepat. Meski dengan kekuatan berkurang sebagai akibat dari bentakan mujijat To Passarai, serangan itu tetap mendarat di bahu kanan To Passarai..

“Hayaaaaaaaauh…..” Ia terjengkang berdebug di lantai geladak kapal yang berderik keras. Namun teriakan sihirnya kembali membahana. La Maddukkelleng tersadar, ini semacam ilmu hitam yang disalurkan melalui bentakan. Mirip dengan Ilmu Passeppung yang juga ia miliki. Bedanya, Paggerak (pembentak) yang ia warisi dari Tunreng Talaga disalurkan dengan tenaga Lemmung Jiwa, sementara ilmu hitam ini adalah tenaga siluman yang didapat dari ritual-ritual tertentu.

Maka segera ia menyalurkan lemmung dalam mata dan telinganya lalu berteriak keras dengan maksud mengimbangi bentakan To Passarai. . (BERSAMBUNG/DETAKKaltim.Com)

Penulis : Andi Ade Lepu

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!