Lebih 40 Ribu Warga Mengungsi, 2 Meninggal Akibat Banjir Di Aceh Utara

Murzani : Sekarang Telah Merendam 113 Desa

DETAKKaltim.Com, BANDA ACEH : Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara, Aceh, semakin meluas. Hingga Selasa (4/1/2022), 15 Kecamatan terendam dan 41.189 warga mengungsi. Dikabarkan, 2 orang meninggal dunia akibat terseret arus banjir.

Data yang dihimpun dari Pemkab Aceh Utara, 15 Kecamatan yang terdampak Banjir yakni Kecamatan Tanah Luas, Cot Girek, Lhoksukon.

Kecamatan Matangkuli, Samudera Langkahan, Kuta Makmur, Pirak Timu, Paya Bakong, Syamtalira Aron, Tanah Pasir, Sawang, Banda Baro, dan Kecamatan Geureudong Pase.

Banjir terparah terjadi di ibu kota Kabupaten Aceh Utara, Lhoksukon, dengan 21.209 warga mengungsi. Kemudian Kecamatan Pirak Timur dengan 5.856 warga mengungsi.

Di Kecamatan Tanah Luas 5.908 pengungsi, Cot Girek 721 pengungsi, Matangkuli 1.676 warga dievakuasi, Samudera 1.498 mengungsi, Langkahan 1.503 dievakuasi.

Di Kuta Makmur 330 warga mengungsi, Paya Bakong 232 mengungsi, Syamtalira Aron 1.165 mengungsi, dan Kecamatan Tanah Pasir 1.091 warga yang mengungsi.

“Banjir meluas dan sekarang telah merendam 113 Desa di 15 Kecamatan,” kata Plt Kepala BPBD Aceh Utara Murzani, sebagaimana dikutip cnnindonesia.com

“Dua orang meninggal dunia akibat terseret arus banjir,” katanya.

Baca Juga :

Banjir juga melumpuhkan perekonomian warga hingga fasilitas umum, dan sejumlah sekolah terpaksa diliburkan.

Murzani mengatakan, saat ini pihaknya sudah mendirikan 85 titik dapur umum untuk melayani warga yang mengungsi.

Warga rata-rata mengungsi ke titik pengungsian yang disediakan atau ke rumah tetangga yang lebih tinggi.

Menurutnya, Banjir tersebut akibat hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Kamis (30/12/2022).

Akibatnya, air sungai Krueng Peutoe, Sungai Krueng Keureuto, dan Sungai Krueng Pirak meluap dan mengakibatkan jebolnya tanggul sungai. Saat ini ketinggian air bervariasi dari 30 cm hingga 50 cm.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga sudah menetapkan daerah tersebut darurat bencana, sesuai hasil rapat koordinasi Muspida dan lintas sektor lainnya.

Penetapan tersebut dinilai sudah memenuhi kriteria, karena Banjir yang melanda wilayah itu sudah mengancam keselamatan jiwa dan juga harta masyarakat.

“Ya. Sudah ditetapkan sebagai darurat bencana,” kata Kepala Bagian Humas Pemkab Aceh Utara Hamdani saat dikonfirmasi, Selasa (4/1/2022).

Selain Kabupaten Aceh Utara, saat ini Banjir juga masih menggenangi sejumlah daerah lainnya di Aceh. Seperti di Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Warga yang mengungsi akibat Banjir di Aceh Utara mulai terserang penyakit. Kepolisian Daerah (Polda) Aceh pun mendirikan rumah sakit lapangan di Desa Tutong, Kecamatan Lhoksukon, untuk membantu mereka.

Baca Juga :

Pendirian rumah sakit lapangan itu ditinjau langsung Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar. Dia juga mengantarkan bantuan untuk korban banjir. Rumah sakit lapangan ini untuk memudahkan korban Banjir mendapat pelayanan kesehatan.

“Sedikitnya mereka telah melayani 350 pengungsi Banjir hari ini,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, Rabu (5/1/2022), sebagaimana dikutip merdeka.com.

Dia menyebut, korban Banjir di Aceh Utara mulai mengeluhkan berbagai penyakit, seperti penyakit kulit, demam, batuk, pilek, nyeri lambung, pusing, dan sulit tidur. (DETAKKaltim.Com group Siberindo.co/*)

Editor  : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!