Polresta Samarinda Stop Penyidikan Kasus Cek Kosong, Pelapor Pertanyakan Alasan

Penyidik : Peristiwa Tersebut Bukan Tindak Pidana

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Kasus dugaan penipuan Cek kosong yang menyeret nama Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud dan istrinya Nurfadiah, nampaknya berakhir dengan dihentikannya proses Penyidikan oleh pihak Kepolisian.

Dari informasi yang dihimpun, kasus Cek kosong yang dilaporkan pengusaha perempuan bernama Irma Suryani dan ditangani Satreskrim Polresta Samarinda tersebut dihentikan. Lantaran tidak masuk dalam unsur tindak pidana.

Penghentian Penyidikan dibenarkan Kasatreskrim Polresta Samarinda Kompol Andhika Dharma Sena saat dikonfirmasi DETAKKaltim.Com, Senin (27/12/2021) sore.

Dikatakannya, bahwa proses Penyidikan kasus dugaan penipuan Cek kosong telah dihentikan dengan terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan’ (SP3) pada 15 Desember 2021 lalu.

Iya betul. Alasan dihentikannya Penyidikan itu seperti yang telah disampaikan di dalam Surat Pemberitahuan (SP3),” terang Andhika ketika dikonfirmasi melalui sambungan Telepon.

BERITA TERKAIT :

Andhika enggan berkomentar banyak, ketika disinggung alasan dihentikannya Penyidikan kasus cek kosong itu. Dia hanya menyampaikan alasan terbitnya SP3, seperti yang telah diuraikan di dalam surat bernomor B/104.B/XXI/2021/Reskrim tersebut.

Dikutip dari berkas SP3 itu berbunyi sebagai berikut :

Perihal : Pemberitahuan Penghentian Penyidikan Terlapor Atas Nama Hasanuddin Mashud dan Nurfadiah.

Surat ditujukan Kepada Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda

1. Rujukan :

  • a. Pasal 6 ayat (1) huruf b, Pasal 7 ayat (2), dan Pasal 109 ayat (2) dan ayat (3) KUHAP,
  • b. Undang — Undang Nomor 02 Tahun 2002 tentang Kepolisian Nagara Rapubik Indonesia.
  • c. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan Nomor : B / 104 / VII / 2021, tanggal 02 Agustus 2021:
  • d. Surat Perintah Penghentian Penyidikan Nomor : SPPP / 229 b / XII / 2021 / Reskrim, tanggal 10 Desember 2021;
  • e. Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan Nomor : S. Tap / 229.0 / XIi / 2021, tanggal 10 Desember 2010.

2. Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas, bersama ini diberitahukan bahwa terhitung mulai tanggal 07 Desember 2021, Penyidikan tindak pidana Penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP telah dihentikan Penyidikannya, oleh karena peristiwa tersebut bukan tindak pidana.

3. Bersama ini pula kami lampirkan surat-surat administrasi penghentian Penyidikan, berupa Surat Perintah Penghentian Penyidikan dan Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan.

4. Demikian untuk menjadi maklum.

Surat tersebut ditandatangani, atas nama Kasatreskrim Polresta Samarinda Kompol Andhika Dharma Sena.

Dikonfirmasi terpisah, Irma Suryani selaku pelapor dalam kasus ini, mengaku telah mengetahui keluarnya Surat Penghentian Penyidikan dari Satreskrim Polresta Samarinda. Kendati demikian, ia mengaku belum melihat secara langsung fisik dari surat yang telah diterbitkan oleh Penyidik tersebut.

“Katanya sih begitu. Saya belum lihat, karena baru tiba dari Jakarta. Mungkin baru besok saya bertemu dengan Kuasa Hukum saya untuk membahasnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Irma mengatakan belum bisa berkomentar banyak. Pasalnya sejauh ini ia juga belum mengetahui secara jelas, alasan di balik Satreskrim Polresta Samarinda menghentikan kasus yang telah dilaporkannya sejak April 2020 silam.

“Akan kami bahas dulu, kan tidak benar itu penghentiannya. SP3 itu kan harus jelas, alasannya apa dihentikan. Hal itu yang belum saya dapatkan. Jadi saya belum bisa komentar apa-apa dulu. Soalnya baru tiba dan belum melihat surat itu. Saya coba berkonsultasi dulu dengan Kuasa Hukum saya.” tandas Irma. (DETAKKaltim.Com)

Penulis : Adt

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.