Persiapan 2024, PDIP Kaltim Gelar Kaderisasi Pratama Khusus Perempuan

Ribka : Peserta Ingin Banyak Tahu Tentang Politik

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menyelenggarakan Pendidikan Kaderisasi Pratama Ke-5 Khusus Perempuan se-Kaltim, 3-5 Desember 2021.

Kegiatan Kaderisasi Pratama Khusus Perempuan tersebut digelar di Kantor DPD PDIP Kaltim Jalan AW Syahranie, diikuti 191 peserta.

Pada hari Ketiga kegiatan dihadiri pemateri dari DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning. Dalam keterangannya kepada DETAKKaltim.Com usai mengisi materi, ia mengatakan Kaderisasi Pratama merupakan program partai selain Madya dan Utama.

“Kader Pratama itu minimal tahu sejarah partainya, jangan nanti jadi kader tapi nggak tahu sejarah partainya apa. PDI Perjuangan punya sejarah sendiri, yang tidak dipunyai partai-partai lain” jelas anggota DPR RI ini, Minggu (5/12/2021).

Selain itu, lanjutnya, juga dalam rangka menyiapkan kader-kader perempuan menghadapi Pemilu 2024. Karena masih ketentuan KPU, minimal 30 persen kader perempuan. Sehingga tidak kesulitan nanti untuk memenuhi kuota tersebut.

“Jadi tidak asal comot-comot aja, tapi memang kader,” jelasnya.

Ditanya kondisi perempuan Indonesia secara umum saat ini secara gender, ia menyoroti bagaimana partai-partai  kadang-kadang tidak fair menempatkan perempuan dalam pencalonan. 30 persen hanya untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang.

“Misalnya di satu daerah, udah tahu itu satu kursi tapi perempuannya masih ditaro di nomor tiga. Makanya yang keangkut (jadi), pasti nomor satu laki-laki. Makanya di parlemen itu, masih 17 persen terus. 11 17, turun naik aja,” ungkapnya.

Baca Juga :

Iapun berharap ke depan, gender itu bisa jalan secara benar sehingga perempuan bisa menandingi. Perempuan tidak harus di nomor 3.

“Dari 3 itu ada perempuan gitu, jangan dibalik. Harus nomor 3, tidak sebetulnya. Dari 3 itu harus ada perempuan, itulah 30 persen namanya,” jelasnya.

Disinggung mengenai ketentuan di PDIP ke depan adakah penekanan terkait penempatan perempuan di nomor urut 1, ia mengatakan Ibu (Megawati-red) selalu bilang begitu. Namun, karena ini pertarungan ia menilai perempuan sendiri terkadang cepat menyerah.

“Makanya perempuan-perempuan ini, diberdayakan jadi dikader. Tidak hanya pelengkap, tapi bisa sama laki-laki. Makanya ini mengapresiasi Kalimantan Timur mengadakan kader khusus perempuan, jadi perempuan ini lebih mumpuni,” jelasnya lebih lanjut.

Ditanya tentang tantangan pengembangan perempuan ke depan setelah melihat Kaderisasi Pratama, menurutnya, kalau tantangan tidak ada. Namun perempuan jangan menunggu kesempatan, tapi direbut.

“Kalau di PDI Perjuangan sih sepertinya nggak ada tantangan, karena Ketua Umum kita kebetulan perempuan. Tinggal kita perempuannya, jangan menunggu kesempatan. Kesempatan itu direbut, Ibu Mega dulu kalau menunggu kesempatan nggak jadi Presiden,” tegasnya.

Hingga hari terakhir Pendidikan Kaderisasi Pratama PDI Perjungan, Ribka melihat peserta masih antusias hingga penutupan. Ia menilai keingin tahuan peserta tentang politik terlihat, dari semangatnya yang masih oke. (DETAKKaltim.Com)

Penulis : LVL

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!