Kaderisasi Pratama Khusus Perempuan PDIP Diawali di Kaltim

Nanda :  Berani Berpendapat, Berani bersuara

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Pendidikan Kaderisasi Pratama Ke-5 Khusus Perempuan se-Kaltim yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, diikuti 191 peserta dari tanggal 3-5 Desember 2021 di Samarinda.

Sekretaris PDIP Kaltim Ananda Emira Moeis menjelaskan, banyak yang berhalangan hadir sehingga total peserta 191. Para peserta tersebut berasal dari Badan Partai, Sayap Partai, PAC, Ranting, hingga Anak Ranting.

Kaderisasi Pratama Khusus Perempuan ini tujuannya pasti di 2024, kita punya kader yang benar-benar siap,” jelas Ananda, Minggu (5/12/2021).

Selain itu, Kaderisasi Pratama Khusus Perempuan ini juga bertujuan untuk memastikan kader-kader perempuan itu semuanya berani.

Berani berpendapat, berani bersuara. Tidak minderan, tidak takut. Berani menangis dan tertawa bersama rakyat. Jadi kita persiapkan dari sekarang,” jelas Ananda lebih lanjut.

Terkait agenda kaderisasi khusus perempuan ini, dikatakan Nanda sapaan akrabnya, ke depannya direncanakan 3 kali dalam setahun. Agar bisa saling mensupport dengan lak-laki, yang menurutnya PDIP tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan.

Pelaksanaan Kaderisasi Pratama Khusus Perempuan ini, lanjut Nanda, berkat usulan dari Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim Saparuddin yang meminta ke DPP agar pelaksanaan pertama di Kaltim.

BERITA TERKAIT :

Kaderisasi Pratama Khusus Perempuan ini, masih kata Nanda, mendapat sambutan yang antusias dari kader-kader PDIP yang belum bisa ikut. Lantaran yang tengah mengikuti, menguploadnya di Tik Tok usai pembukaan.

Mereka mengetahui dari situ, sehingga berkeinginan untuk mengikuti. Sayangnya, keinginan tersebut belum bisa dipenuhi karena terbatas dan harus diikuti dari awal. Karena itu, kegiatan yang semula direncanakan 6 bulan sekali, diubah menjadi  3 kali dalam setahun.

Ditanya mengenai Pendidikan Kaderisasi Pratama ini apakah akan menjadi syarat pencalonan sebagai anggota legislative, Nanda mengatakan itu nanti yang menentukan DPP PDI Perjuangan. Nanti ada penilaian pembobotan atau skoring.

Tergantung instruksi partai. Kita juga nggak melulu ngomongin pencalonan, kita menyiapkan perempuan-perempuan yang tangguh di Kalimantan Timur, yang bisa terjun ke masyarakat menangis dan tertawa bersama rakyat.” tandasnya.  (DETAKKaltim.Com)

Penulis : LVL

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!