Pra Porprov Ditiadakan, KONI Mahulu Ungkap Tak Ada Anggaran ke Porprov Berau

Adi : KalauTidak Dianggarkan, Tidak Akan Berangkat

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim yang digelar di Hotel Aston Samarinda, mengungkap permasalahan keuangan yang dialami 8 KONI Kabupaten/Kota di Kaltim, Minggu (28/11/2021).

Buntut dari masalah tersebut, rencana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII yang akan digelar di Berau tahun 2022 disepakati peserta Rakerprov, tidak akan didahului Pra Porprov sebagaimana yang telah dilaksanakan sejak Porprov tahun 2002 di Balikpapan.

Dari 10 KONI Kabupaten/Kota seluruh Kaltim, terungkap hanya Kutai Kartanegara yang memiliki kesiapan anggaran dan Berau sebagai tuan rumah. Sedangkan KONI Samarinda, Balikpapan, PPU, Paser, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Bontang, Kutai Timur, berdiri memberikan suara mengungkapkan ketidaksiapannya karena anggaran yang dikucurkan Pemerintah Daerah masing-masing sangat minim.

Kesepakatan KONI Kabupaten/Kota tentang peniadaan Pra Porprov tersebut, juga dijelaskan Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya usai menutup Rakerpov Ke-4 tersebut pada Pukul 17:39 Wita.

“Dalam kesepakatan tadi disepakati bahwa Pra Porprov untuk kegiatan Porprov di Berau ditiadakan, karena sumber pendanaan dari Kabupaten/Kota yang akan memberangkatkan atletnya,” jelas Zuhdi.

Persoalan anggaran ini diungkapkan pertama kali Ketua KONI Mahakam Ulu Benediktus Wisdiadi dalam forum Rakerpov, ia mengungkapkan jika dipaksakan diadakan Pra Porprov maka KONI Mahakam Ulu menyampaikan mohon pamit terlebih dahulu tidak akan mengikuti.

Ditemui usai penutupan Rakerprov, Benediktus Wisdiadi yang akrab disapa Adi kepada DETAKKaltim.Com menjelaskan, kalau memang dipaksakan diadakan Pra Porprov maka otomatis KONI Mahakam Ulu tidak mungkin berangkat ke Porprov karena anggaran tidak ada.

“Kalau difasilitasi oleh pihak ketiga bisa-bisa saja Cabor itu melanggar supaya ikut berangkat, tapi individual. Tapi yang bertanggung jawab siapa?” kata Adi.

KONI Mahakam Ulu, jelas Adi lebih lanjut, hanya berharap dari APBD Perubahan tahun 2022 agar bisa memberangkatkan atletnya ke Porprov, lantaran di APBD murni 2022 sudah tidak ada.

“Mudahan-mudahan pemerintah mendengar ini, paling tidak dari rekam jejak kita yang selama ini sudah berjuang, baik di Kejurprov yang dilakukan 2021 ini dengan keadaan yang minim. Di 2022 itu paling tidak di Perubahannyalah nanti diberikan anggaran, untuk Porprovnya. Kalau tidak dianggarkan, tidak akan berangkat,” tegas Adi.

BERITA TERKAIT:

Pelaksanaan Porprov VII Kaltim di Berau dijadwalkan pada bulan November 2022, sebagaimana disampaikan Ketua I PB Porprov Berau La Ode Ilyas dalam forum Rakerprov. Saat ini sementara tuan rumah menyepakati 52 Cabang Olahraga (Cabor) dari 65 Cabor yang akan digelar.

“Sementara ini tuan rumah mensepakati baru 52 Cabang Olahraga,” kata Zuhdi usai penutupan menjelaskan pemaparan La Ode.

Zuhdi berharap semua Cabor dipertandingkan, karena ini berkaitan dengan pelaksanaan PON XXI tahun 2024 di Aceh-Sumut.

Namun demikian, Zuhdi juga menyampaikan pihaknya tidak bisa memaksakan dilaksanakan jika tuan rumah tidak ada kesiapan.

Dengan waktu yang tersisa, 13 Cabor yang belum masuk daftar untuk dipertandingkan pada Porprov VII Berau, diharapkan Zuhdi untuk dapat berkoordinasi dengan PB Porprov pada Rakor Porprov yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.  (DETAKKaltim.Com)

Penulis : LVL

Leave A Reply

Your email address will not be published.