SANG PEMBEBAS

Roman Sejarah dan Kiprah Petualangan Kesatria Tana Ugi, La Maddukkelleng

BAGIAN KEDUA : PRAHARA DI PESTA TEDDO (Episode : 1)

La Maddukkelleng besar dalam didikan istana dengan disiplin yang tinggi. Ilmu tentang surat menyurat dan pelajaran Bahasa Melayu yang menjadi kewajiban bagi semua anak arung istana dilahapnya habis. La Maddukkelleng sangat menonjol di antara anak-anak yang lain. Terutama dalam kecakapan menunggang kuda, memanah, dan bersilat.

Oleh Bissu Tungke’, dia tetap dikunjungi pada malam-malam tertentu khusus untuk diasah ilmu silatnya agar bisa naik tingkatan sulapa-nya, latihan pernapasan dan mematangkan dasar-dasar Lemmung Manurung, tenaga khas dari Puncak Balease’.

Bissu Tungke’ atas ijin Arung Matoa sering membawa pergi La Maddukkelleng keluar istana mengunjungi tempat-tempat khusus untuk berlatih dan mematangkan ilmu. Terkadang berbulan-bulan tak kembali. Ia dibawa sampai ke Pengunungan Karoue mencari kesempatan bertemu Karame’E Tompo Balease’.

Selama dalam perjalanan itulah ilmu-ilmu yang telah dipelajarinya dilatih lebih matang. Olah dasar Lemmung Manurung dan juga jurus-jurus mencaknya. Dalam umur belia, La Maddukkelleng telah mencapai tingkat sulapa eppa ( tingkat empat). Tingkatan yang hanya akan dicapai orang dewasa dengan latihan tekun bertahun-tahun.

Dalam satu kesempatan langka, bersama gurunya ia berhasil menghadap Karame’E Tompo Balease’. Orang tua manrapi itu telah memutih seluruh rambut dan bulu di sekujur tubuhnya. Bahkan matanya pun berwarna putih, tak nampak ada warna hitam di sana. Guru dari gurunya itu memandangi La Maddukkelleng. Merinding bulu La Maddukkelleng saat ia merasakan adanya hawa hangat yang meraba tulang dan persendiannya. Karame’E telah memeriksanya dari jarak tiga depah tanpa menyentuhnya.

“Hmm, engkau telah cukup berlatih dasar dari gurumu. Engkau tinggallah di sini selama empat puluh hari. Dan kau, Cella’, turunlah ke lembah Waru. Tunggu muridmu ini di sana. Aku akan memberi beberapa petunjuk kepadanya.” Karame’E memberi isyarat kepada Bissu Tungke’ yang tanpa membantah langsung menghatur sembah dan berlalu dari tempat itu.

BERITA TERKAIT :

Setelah itu, La Maddukkelleng dibawa ke puncak tertinggi Tompo Balease’. Puncak itu memiliki tanah cukup lapang di tengah-tengahnya, dikelilingi pohon-pohon raksasa. Hampir seluruhnya adalah batu yang hitam mengkilap dengan lereng terjal di semua sisi. Semua lereng itu dipenuhi lumut berwarna hijau yang basah mengkilap.

Anehnya, ada dua sumur mata air di puncak itu. Satunya panas, satunya lagi dingin. Terlihat uap mengepul-ngepul keluar dari keduanya. Ketinggian itu dipenuhi halimun kabut. Seolah sedang berada di atas langit dan berjalan di sela-sela awan menggumpal. Dua sumur itu sendiri mengeluarkan uap yang tiada habis. Oleh Karame’E, La Maddukkelleng disuruh melepaskan pakaian dan berendam di sumur panas.

“Kosongkan pikiranmu, pusatkan pada napas yang masuk di antara hidung dan mulut. Jangan berpaling dari titik itu. Tarik pelan dan panjang, tahan di pusar, pelan naik ke dada, biarkan memutar di sana lalu hembuskan pelan melalui mulutmu. Saat menarik napas lewat hidung lafadzkan Laailaaha’, ketika mengeluarkannya dari mulut, pelan lanjutkan dengan illallah. Ingat, titik fokusmu adalah antara mulut dan hidungmu. Seperti yang sudah diajarkan gurumu, loloskan semua hal, hilangkan keinginan dan mengalir serta menyatulah engkau dengan panas air yang menyelimuti ragamu. Lakukan berulang tanpa henti. Besok pagi setelah subuh saya akan datang. Apa pun yang terjadi engkau jangan keluar dari sumur.”

“Iyye, pueng.” Berkata begitu, La Maddukkelleng berbalik ingin menghatur sembah tapi manusia aneh itu sudah tidak ada lagi.

Ia seperti siluman yang bisa menghilang. Sekali lagi merinding bulu tengkuk La Maddukkelleng. Namun ia segera melakukan perintah dari kakek gurunya itu. Meloloskan seluruh pakaian lalu turun ke kolam yang diameter luasnya kurang lebih empat depah. Air panas menyambut tubuhnya. Hampir tak mampu ditahannya. Namun ia lalu berkonsentrasi sesuai petunjuk Karame’E. (BERSAMBUNG/ DETAKKaltim.Com)

Penulis : Andi Ade Lepu

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!