8 Mahasiswa dari Jawa Tiba di Kampus STMIK Wicida

Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2021

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melaksanakan Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2021 Angkatan Pertama.

Melalui Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, para mahasiswa bisa merasakan belajar di universitas lain di dalam negeri. Program ini bertujuan untuk membuka ruang pertemuan bagi mahasiswa untuk berjumpa, bercerita, dan berbagi pengetahuan. Target peserta untuk program ini adalah 20.000 mahasiswa.

Program ini memberikan kesempatan pertukaran mahasiswa antar pulau. Kegiatan pertukaran mahasiswa akan dilakukan selama satu semester. Sesuai Kepmen Nomor 74/P/2021 yang memberikan jaminan pengakuan 20 SKS, untuk kegiatan pembelajaran di program Kampus Merdeka. Mahasiswa yang mengikuti program ini, akan mendapatkan pembelajaran sebanyak 20 SKS yang dapat diikuti dengan 3 skema.

Skema Pertama adalah 20 SKS penuh di universitas penerima secara luring. Skema kedua adalah 10 SKS di universitas penerima secara luring, dan 10 SKS di universitas asal secara daring.

Untuk skema Ketiga, total 20 SKS bisa dilakukan secara kombinasi dengan 10 SKS di universitas penerima secara luring, dan 10 SKS untuk beberapa mata kuliah baik di universitas penerima maupun universitas asal secara daring.

Meski demikian, kebijakan perpindahan mahasiswa akan disesuaikan dengan kebijakan penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah pusat, dan/atau daerah universitas penerima maupun universitas asal. Mekanisme pertukaran secara daring sudah disiapkan sebagai alternatif program, jika perpindahan secara luring dibatasi.

Di Kalimantan (Samarinda) ada beberapa Perguruan Tinggi yang masuk nominasi penerima Mahasiswa dari luar pulau Kalimantan Timur, salah satunya adalah STMIK Widya Cipta Dharma Samarinda yang beralamat di Jalan M Yamin 25 Samarinda.

Ada 15 orang Mahasiswa yang ambil bagian dalam pembelajaran Modul Nusantara, namun sebelumnya mereka belajar tentang kebhinekaan melaui daring. Setelah berjalan hampir setengah semester, akhirnya mereka menuju Samarinda untuk melihat langsung proses pembelajaran sebagaimana jadwal dan program belajar.

“Sekitar 8 orang Mahasiswa yang datang ke Samarinda untuk melihat langsung proses pembelajaran, sebagaimana dalam modul nusantara,” kata Pukeng sebagai LO Modul Nusantara.

Ahmad Fahrijal Pukeng melanjutkan informasinya, awalnya ada 15 Mahasiswa yang mendaftar untuk dapat hadir langsung ke Samarinda. Namun kendala dan situasi pendemi Covid-19, maka yang hadir hanya  8 orang Mahasiswa dari Pulau Jawa.

Kedelapan orang ini akan kami bawa melihat beberapa industry, misalnya ke Pabrik Kayu Lapis dan pembuatan Kapal Logam, serta ke daerah Wisata Desa Pampang serta Taman Wisata Hutan Raya Samarinda.

“Rencana juga akan kami bawa ke PT LNG Badak dan PT Pupuk Kaltim. Kita lihat saja nanti karena menyesuaikan jadwal,” kata Pukeng.

Baca Juga :

Bukan itu saja, mereka juga akan idbawa melintasi Sungai Mahakam menaiki Kapal Jelajah Mahakam dari Kutai lama hingga Tenggarong Kutai Kartanegara.

Pajar Pahrudin SKom MH sebagai Pembimbing Modul Nusantara saat dijumpai di ruang kerjanya mengatakan, rencana kedatangan 8 orang dari 15 mahasiswa yang mengambil Modil Nusantara.

“Ya, mereka akan datang dari Jawa dan turun di Bandara Sepinggang Balikpapan, kita akan jemput,” kata Pajar, Sabtu (20/11/2021).

Mahasiswa yang 8 orang itu semua akomodasinya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, dimana mereka tinggal, yang pasti dekat dengan Kampus. Sevitas akademika STMIK Wicida menyambut baik kedatangan mereka.

“Selamat datang para pejuang muda. Kata orang-orang tua sekali minum air Mahakam pasti kembali lagi. Kedatangan mereka itu membawa berkah bagi ibu kost dan para pedagang makanan tentunya.” kata Pajar menandaskan. (DETAKKaltim.Com)

Sumber : Rilis

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!