Elemen Mahasiswa Kaltim Gelar Aksi Unjuk Rasa Sambut Presiden RI

Aliansi Cipayung dan Aliansi Mahasiswa Kaltim Sampaikan Tuntutan

Aliansi Mahasiswa Kaltim dari berbagai Perguruan Tinggi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kampus di Jalan Pahlawan Samarinda, mereka membawa miniatur Kapal bertuliskan Rezim Oligarki. (foto : Exclusive)
Aliansi Mahasiswa Kaltim dari berbagai Perguruan Tinggi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kampus di Jalan Pahlawan Samarinda, mereka membawa miniatur Kapal bertuliskan Rezim Oligarki. (foto : Exclusive)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo ke Kaltim untuk meresmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda diwarnai aksi unjuk rasa sejumlah elemen Mahasiswa dari berbagai Kampus, Selasa (24/8/2021).

Para Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Kota Samarinda, melalui aksi demonstrasi yang digelar di depan Kampus Universitas Mulawarman  menyampaikan sejumlah tuntutan.

A Rifai selaku Humas aksi menjelaskan, pihaknya memiliki 4 tuntutan. Pertama, Hentikan eksploitasi industri ekstraktif dan segera jalankan UUD 1945 Pasal 33 ayat 3. Kedua, Evaluasi PPKM dan transparansi anggaran Bansos Covid-19.

Ketiga, Mendesak pemerataan vaksinasi secara menyeluruh di Indonesia. Keempat, Mendesak pemerintah memperbaiki sistem pendidikan dan membuka kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Pihaknya juga menyampaikan, tuntutan ini lahir dari kondisi riil di Kaltim. Bahwa industri ekstraktif seperti Tambang Batubara, Migas hingga industri ekspliotatif Perkebunan Sawit masih menjadi sumber utama bagi perekonomian Kaltim, dan mengakibatkan kerusakan dan kehilangan ruang hidup masyarakat.

“Kebijakan pemerintah RI harus dievaluasi terkait pelaksanaan PPKM, potensi korupsi dana Covid hingga pelaksanaan vaksinasi yang saat ini sudah dijadikan persyaratan kegiatan masyarakat,” sebut Rifai.

Dalam kondisi pandemi ini, kata Rifai lebih lanjut, pendidikan adalah hal terpenting yang harus menciptakan generasi penerus yang baik.

“Namun dengan kebijakan yang tidak tepat ini pendidikan masyarakat terganggu, hingga dibutuhkan segera perbaikan sistem dan segera laksanakan program belajar tatap muka.” tandasnya.

Baca Juga :

Di tempat terpisah, Aliansi Mahasiswa Kaltim dari Perguruan Tinggi masing-masing BEM Polnes, BEM KM Unmul, BEM KM UMKT, Dema UINSI, dan Aliansi Garuda Mulawarman juga menggelar aksi unjuk rasa di depan Kampus Jalan Pahlawan.

Dalam aksi ini, Mahasiswa membawa sebuah kado miniatur Kapal untuk Presiden. Namun aksi terhenti saat keluar dari halaman Kampus, setelah dihalangi sejumlah anggota Kepolisi.  Meski telah berusaha menuju ke titik aksi untuk menyampaikan tuntutannya, namun tidak berhasil.

Dalam tuntutannya yang disampaikan melalui rilisnya kepada DETAKKaltim.Com, Joji Kuswanto menyampaikan Tujuh Gugatan Rakyat (TUGU Rakyat) di depan Taman Makam Pahlawan.

  1. Menuntut Presiden RI untuk menghentikan kerusakan lingkungan di Indonesia.
  2. Menuntut Presiden RI untuk mengutamakan kesejahteraan rakyat dalam hal penanganan kesehatan.
  3. Menuntut Presiden RI mencabut tuntutan yang tidak berorientasi kepada rakyat
  4. Menuntut Presiden RI untuk mengembalikan independensi KPK
  5. Menuntut Presiden RI untuk mencabut Omnibus Law Cipta Kerja
  6. Menuntut Presiden RI mengembalikan stabilitas ekonomi rakyat
  7. Menuntut Presiden RI untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masa pandemi.

Selain meresmikan Jalan Tol Balikpapan – Samarinda seksi 1 dan 5 Samboja-Balikpapan, kedatangan Presiden Ke-8 RI tersebut juga dalam rangka melihat pelaksanaan vaksinasi Pelajar di Samarinda. (DETAKKaltim.Com)

Sumber : Rilis

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!