Kasus Covid-19 Melonjak, Kadinkes Kukar Tegaskan Patuhi Protokol Kesehatan

Martina : Kondisi Ini Melebihi Bulan Februari

DETAKKaltim.Com, KUTAI KARTANEGARA : Jumlah penderita wabah Covid-19 masih mengalami peningkatan di Kutai Kartanegara (Kukar), hal itu terungkap saat Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kukar Martina Yulianti berbincang-bincang dengan sejumlah awak meda, Sabtu (24/7/2021) sore.

Dalam perbincangan melalui zoom meeting terkait dengan kebijakan dan kondisi penanganan Covid-19 di Kukar, Kadinkes Martina Yulianti yang juga menjabat sebagai Plt. Dirut RSUD AM Parikesit menyampaikan saat ini terjadi lonjakan kasus yang luar biasa.

“Kondisi ini melebihi bulan Februari, untuk gelombang pertama paling tinggi. Dan kondisi bulan Juli ini melebihi bulan Februari,” ungkap Martina.

Pada bulan Maret hingga Mei, kata dia, kasusnya turun. Kemudian mulai naik pada bulan Juni, dan bulan Juli melebihi bulan Februari.

“Kita menyebut ini sebagai gelombang kedua, karena sudah pernah melandai,” imbuhnya.

Saat melandai, lanjutnya, memang kondisi sempat dilonggarkan namun pemakaian Masker tidak pernah dilonggarkan meskipun sudah divaksin.

Untuk saat ini, kondisi penyebaran sudah sampai ke desa. Kasus-kasus tidak hanya terjadi di kota, dan banyak kematian terjadi di rumah-rumah. Hal ini disebabkan banyak faktor.

“Masih ada orang-orang yang tidak percaya akan Covid ini,” jelas Martina.

Covid-19, kata Martina dengan tegas, sangat mudah menular dari manusia ke manusia. Lebih mudah menular dari HIV Aids, Tuberkulosis (TBC), maupun Hepatities. Meski sama-sama ganas, namun Covid-19 lebih mudah menularnya seperti Flu.

“Itu yang menyebabkan banyak protokol yang dibuat untuk mencegah terjadi penularan yang lebih luas, dan mencegah kematian yang terjadi lebih banyak,” jelasnya.

Baca Juga :

Penyebaran Covid-19 varian Delta dijelaskannya berbeda dengan yang sebelumnya, varian ini lebih cepat menyebar dan perburukannnya lebih cepat.

Mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien, dalam waktu dekat pihak Pemerintah Daerah Kukar akan memamfaatkan Gedung Putri Karang Malenu sebagai tempat pasien transit yang tidak tertampung di UGD.

“Kita lagi mengupayakan berbagai pelengkapnya, peralatannya, dan tenaganya,” jelasnya lebih lanjut.

Namun ia optimis keadaan saat ini akan melandai, namun yang masih jadi pertanyaan berapa lama menuju puncak, berapa lama di puncak, dan kapan landai.

“Itu tergantung bagaimana kita berhasil memutus mata rantai penularan,” tegasnya.

Martina juga meminta masyarakat Kukar untuk tetap tegar menerima kenyataan ini, dan tegar menghadapi. Tetap menjaga Protokol Kesehatan, baik untuk diri sendiri maupun keluarga. (DETAKKaltim.Com)

Penulis : LVL

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!