Penerangan Wilayah Pesisir Jadi Sorotan Legislator Kutim

Agus : Pemerintah dan Perusahaan Harus Kolaborasi

DPRD KUTAI TIMUR

DETAKKaltim.Com, KUTAI TIMUR : Meski Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terkenal dengan Kabupaten terkaya dengan penghasil Batubara terbesar, serta memiliki Perkebunan Sawit yang luas. Namun pada kenyataannya masih ada sebagian wilayah di kawasan pesisir, yang belum merasakan penerangan dari listrik.

Wakil Ketua Komisi D Agusriansyah Ridwan menyebutkan, untuk permasalahan listrik di wilayah pesisir Kutai Timur, dirasa perlu keterlibatan dari semua pihak untuk mencarikan solusi terbaik. Tidak hanya pemerintah, tetapi keterlibatan pihak perusahaan sebagai stakeholder juga sangat dibutuhkan.

“Memang masih ada masyarakat yang belum ter-cover listrik, ya masih cukup banyak terutama di Desa-Desa. Tetapi sudah kita temukan polanya, baik yang kerja sama dengan pihak perusahaan yang memiliki daya listrik berlebih. Termasuk di antaranya mungkin dengan penggunaan komunal atau menggunakan tenaga surya, termasuk mungkin juga diesel. Tentunya semua dipertimbangkan plus minus, dan tentunya disesuaikan dengan situasi serta kondisi di Desa tersebut,” ujar Agus yang dihubungi DETAKKaltim.Com, Sabtu (3/7/2021).

Baca juga :

Lanjutnya, seperti di daerah Sangsaka (Sangkulirang, Sandaran, Kaliorang, Kaubun dan Karangan), masyarakat yang belum terakomodir listrik jumlahnya cukup lumayan. Namun ia sangat bersyukur, seperti di Kecamatan Karangan sudah menikmati listrik 24 jam, termasuk Kecamatan Sangkulirang. Bahkan saat ini jaringan sudah mulai bergeser ke Kecamatan Kaliorang, dan Kaubun.

“Insya Allah, ke depan akan terintegrasi jaringan listriknya. Karena mereka masih dalam satu daratan yang cukup dekat,” katanya.

Politisi PKS ini memastikan, suatu saat nanti Kecamatan Sandaran akan kewalahan. Maka ia menyebutkan, pasti akan dicarikan suatu sistem atau pola untuk bagaimana percepatannya.

“Namun seperti yang saya katakan tadi, tergantung situasi dan kondisi seperti apa di daerah tersebut. Apakah perusahaan ini cukup signifikan juga di sana, kan bisa dijadikan sebagai mitra untuk pemberian daya. Nah ini lagi kita rumuskan. Memang harusnya dibuat analisis per Dapil, per empat Kecamatan, berdasarkan situasi dan kondisinya masing-masing.” tandasnya. (DETAKKaltim.com/Adv)

Penulis: RH

Editor: Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!