Awas! DBD Mengintai di Samarinda, Seorang Pelajar Jadi Korban

Reni : Dokter Mengatakan Jika Naufal Terserang DBD

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Seorang anak berusia 12 tahun warga Jalan Pangeran Hidayatullah, Gang Bhakti, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Kaltim, meninggal dunia setelah terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Sempat dirawat di rumah selama 4 hari, anak laki-laki tersebut menghembuskan nafas terakhir, Jum’at (12/6/2021).

Pada awalnya pihak keluarga tidak menyadari jika anak yang bernama Naufal Mustaqim ini terkena DBD, info jika Naufal tersebut terserang DBD setelah kondisinya memburuk dan dibawa ke RS Dirgahayu.

“Almarhum ini keponakan saya, sebelumnya kami tidak tahu jika dia kena DBD dan sempat muntah darah. Setelah dibawa ke rumah sakit, Dokter mengatakan jika Naufal terserang DBD,” kata Reni, Ketua RT 32 kepada awak media DETAKKaltim.Com, Selasa (15/6/2021).

Menurut Reni, saat ini terdapat 2 anak lainnya yang terserang di wilayahnya. Kedua anak ini masih dirawat di rumah sakit, dan dinyatakan positif DBD.

“Empat orang dewasa juga ada yang dirawat dan saat ini menunggu hasil diagnose, namun gejala mengarah pada DBD. Semua warga kami dan gejalanya hampir sama, seperti demam tinggi dan muntah-muntah. Dokter sudah memastikan terserang DBD,” lanjut Reni.

Dengan kondisi tersebut, sejumlah Relawan dari Info Taruna Samarinda (ITS) bersama Yayasan Mansyur Tuah serta pihak Kecamatan Samarinda Kota, dan Kelurahan Pelabuhan, melakukan tindakan pencegahan berupa fogging atau pengasapan.

Langkah ini dilakukan guna membunuh Nyamuk Aides Aegypti, penyebab demam berdarah. Sebanyak 4 alat fogging portable dengan obat pembasmi nyamuk digunakan, untuk mencegah perkembang biakan Nyamuk tersebut.

“Dari laporan yang kami terima ada tujuh warga kami terpapar DBD, satu meninggal dunia yakni anak berusia 12 tahun berstatus pelajar. DBD ini tidak bisa dianggap remeh, apalagi ada yang meninggal dunia. Perlu keseriusan bersama untuk mengatasinya, kami minta kepada Dinas Kesehatan untuk serius menangani masalah ini. Dan tidak lupa saya sangat berterima kasih kepada ITS dan Yayasan Mansyur Tuah, yang peduli dan sigap membantu warga,” ucap Camat Samarinda Kota Anis.

Baca juga : 

Ketua Yayasan Mansyur Tuah Haji Suriansyah mengatakan, jika pihaknya akan mengupayakan solusi untuk kepentingan orang banyak. Sehingga segera berkoordinasi dengan relawan dan Kecamatan, untuk melakukan fogging.

“Setelah saya menerima laporan jika ada yang meninggal karena DBD, saya langsung usulkan untuk melakukan fogging di tempat tersebut. Jangan sampai ada korban  selanjutnya, semua ini untuk keselamatan orang banyak. Semoga saja apa yang kita lakukan bisa mencegah jatuhnya korban lagi,” harap Haji Suriansyah. (DK.Com).

Penulis : Setyo Wahyu Aditya

Editor : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!