Enam Bulan Tak Digaji, Dosen STAIS Kutim Keluarkan Ancaman

 Mustatho : Membekukan Segala Aktivitas Akademik

DETAKKaltim.Com, KUTAI TIMUR : Bangunan pendidikan yang besar milik Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Kutai Timur (Kutim), dengan ratusan Mahasiswa nampaknya berbanding terbalik dengan kualitas kesejahteraan yang diberikan kepada para Staf dan Dosen Pendidiknya. Bukannya diberi penghargaan, tapi justru puluhan Dosen tersebut belum menerima gaji selama 6 bulan terakhir.

Terbukti, puluhan Dosen dan Karyawan STAIS Kutim mengeluhkan hal tersebut lantaran sudah 6 bulan ini belum digaji. Sejumlah Dosen itupun melakukan aksi dan orasi di depan kantor yayasan. Mereka memprotes sikap pengurus yayasan, yang tak kunjung mencairkan gaji mereka.

Dalam orasinya, sejumlah perwakilan Dosen dan Karyawan menyampaikan beberapa problem yang terjadi di kampus itu. Di antaranya, belum adanya kejelasan terkait penggajian Dosen dan Karyawan selama 6 bulan lamanya.

Untuk itu, pihaknya meminta unsur pimpinan agar bisa menemui Aliansi Dosen dan Karyawan. Serta meminta unsur pimpinan untuk dialog dan orasi terbuka, terkait persoalan hak Dosen dan Karyawan. Selain itu, pihaknya juga meminta unsur pimpinan untuk memberikan hak Dosen dan Karyawan dengan batas waktu selama 1×24 jam.

“Apabila tuntutan tersebut tidak mendapatkan respons dari unsur pimpinan, maka kami akan melakukan aksi dengan membekukan segala aktivitas akademik mulai Selasa 15 Juni 2021, sampai dengan batas waktu yang belum diketahui dan akan dilanjutkan hearing ke DPRD,” tegas Mustatho, Ketua Aliansi Dosen dan Karyawan STAIS dalam orasinya, Senin (14/6/2021).

Baca Juga :

Sementara itu, Ketua STAIS Kutim Rembang Supu mengatakan, terkait persoalan hak Dosen dan Karyawan yang disuarakan itu. Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan pihak Kampus STAIS. Pasalnya, ranah pembayaran gaji ada di pihak yayasan.

“Tapi hari ini tidak ada urusannya dengan ketua, walaupun dalam orasi sempat terdengar ada menyebutkan nama Ketua STAIS. Saya kan hanya melaksanakan tugas birokrasi saja,” paparnya.

Namun meski begitu, ia tidak akan sungkan bertindak sebagai Ketua STAIS Kutim jika kampus benar-benar akan disegel oleh sejumlah perwakilan Aliansi Dosen dan Karyawan.

“Datangi saja rumah yayasannya, segel di situ. Tapi jangan kampusnya yang disegel. Karena urusan kampus urusannya pemerintah.” pungkasnya. (DK.Com)

Penulis : RH

Editor  : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!