Legislator Kutim Ungkap Banyak TKA Ilegal di Pabrik Semen PT Kobexindo

Basti : TKA Tersebut Diduga Berasal dari China

DPRD KUTAI TIMUR

DETAKKaltim.Com, KUTAI TIMUR : Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Basti Sangga Langi meyakini, perusahaan Pabrik Semen PT Kobexindo mempekerjakan ratusan lebih TKA ilegal asal China. Keyakinan Basti ini berdasarkan data yang dipegangnya.

“Kobexindo ini perusahaan nakal, kenapa saya sebut nakal. Karena belum beroperasi saja sudah banyak memasukkan tenaga asing dan jelas ini TKA ilegal, saya punya data,” jelas Basti Sangga Langi yang ditemui awak media DETAKKaltim.Com, Kamis (10/6/2021).

Wakil Ketua Komisi A itu menyebutkan, berdasarkan data yang dimilikinya dari Kantor Imigrasi hingga Maret 2021, jumlah TKA yang memiliki izin tinggal hanya sekitar kurang lebih 13 orang. Sementara berdasarkan laporan masyarakat, jumlah TKA yang berada di sana berjumlah 45 orang.

“Tapi tidak menutup kemungkinan akan mengalami penambahan. Makanya kita akan segera turun ke lapangan dengan membawa data yang kami miliki,” tegasnya.

Basti sangat yakin TKA ilegal tersebut berasal dari negeri Tirai Bambu. Hal ini, kata Basti, Pabrik Semen itu mendatangkan pekerja dari China.

“TKA tersebut diduga berasal dari China,” tambahnya.

Berita terkait :

Menurut Basti, sesuai aturan yang berlaku, jika ada TKA yang akan bekerja di suatu wilayah, maka TKA tersebut harus memiliki izin tinggal. Jika menggunakan izin lain, maka akan dianggap ilegal.

“Kalau izin yang lain dianggap hanya jalan-jalan saja. Kalau izin tinggal kan sudah jelas. Kalau hanya jalan-jalan itu yang perlu kita pertanyakan,” imbuhnya.

Baca juga :

Baca juga:  Antar Sabu 13 Kg Senilai Rp15 Milyar, Burhan dan Raden Diupah 3 Kg Sabu

Sebelumnya, sempat ada laporan jumlah TKA asal China di Dinas Ketenagakerjaan Kutim sebesar kurang lebih 28 orang. Angka itu bisa dipastikan sudah mengalami penambahan.

“Karena dari data Imigrasi yang sebenarnya itu dari pusat hanya 13 orang, sementara yang masuk di Disnaker sudah 28 TKA, artinya sudah bertambah. Kemudian beberapa bulan berikutnya ada laporan dari masyarakat kurang lebih sudah 45 orang,” terang Basti.

Untuk itu, menurutnya, perlu segera diantisipasi oleh pemerintah agar ke depan keberadaan TKA benar-benar bisa diketahui. Terlebih dengan akan dibangunnya Pabrik Methanol, tidak akan menutup kemungkinan jumlah TKA akan terus bertambah di Kutim.

“Itu juga perlu diwaspadai, agar kita bisa membatasi keberadaan tenaga kerja asing, yang betul-betul memiliki izin tinggal.” pungkasnya. (DK.Com/adv.)

Penulis : RH

Editor   : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!