Kisah Nyata, H Sasa : Saya Cuci Kaki Ibu Saya Lalu Saya Minum

Dibalik Kesuksesan H Suriansyah Ada Doa Ibu

Mengaku Nyaris Bunuh Diri Terjun dari Swiss Belhotel Borneo Samarinda

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Doa seorang ibu merupakan kunci kesuksesan paling ampuh. Setidaknya Keyakinan ini benar-benar dipegang oleh H Suriansyah (46), Direktur CV Bara Energi Kaltim, yang juga Ketua Yayasan Peduli Sesama Mansyur Tuah.

Pria yang akrab disapa H Sasa ini mengaku ia hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebab kehidupan keluarganya tergolong bukan orang mampu.

Bapaknya bernama Mansyur, seorang kuli bangunan dan ibunya hanyalah tukang cuci.

“Saya terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolah karena orang tua tidak punya biaya,” sebut H Sasa mengenang masa lalunya, saat disambangi DETAKKaltim.Com di tempat penampungan orang terlantar dan lanjut usia (Lansia) yang dikelolanya, Sabtu (5/6/2021) malam.

Kehidupan H Sasa sebelum meraih kesuksesan seperti sekarang ini, memang terbilang cukup pahit dan keras. Semasa orang tuanya masih hidup, pekerjaan tukang bangunan dia lakoni hingga bisa menjadi seorang pemborong perumahan.

Kisah perjalanan hidup H Sasa mengalami pasang surut, terkadang berada di atas, kadang pula berada di bawah.

Pria kelahiran Samarinda tahun 1974 ini, sering menghayal ketika melihat kehidupan orang lain yang terbilang sukses. Punya istri cantik, rumah mewah, punya mobil bagus, punya rumah kos-kosan, punya kebun, dan kalau mau berangkat keluar daerah selalu naik pesawat.

Melihat semua itu, ia hanya bisa berucap dalam hati. “Kapan saya bisa seperti itu,” ungkap H Sasa.

Dikisahkan pengalaman hidupnya, kendati dia suka membantu orang lain dengan bersedekah, dia juga gemar bermain judi dan sering melawan kepada kedua orang tuanya.

Suatu ketika ditahun 2008, kehidupan H Sasa mengalami keterpurukan yang amat pahit, dimana dia memiliki hutang yang banyak. Dia merasa benar-benar dihinakan, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah Swt.

Keterpurukannya itu membuat dia putus asa, hingga ingin mengakhiri hidup dengan terjun dari puncak ketinggian Hotel Swiss Belhotel Borneo Samarinda. Beruntung hal tersebut dapat dicegah oleh seseorang, yang kemudian menyadarkan dia dari perbuatan yang sangat dimurkai Allah.

Orang itu kemudian menasehati dan menyuruhnya segera pulang menemui orang tuanya.

“Pulanglah, temui orang tuamu, cuci kakinya dan mintalah ampun kepadanya,” kata H Sasa mengenang ucapan orang tersebut.

Setelah kejadian itu, H Sasa mulai dapat hidayah, dia kemudian mengikuti nasehat orang tersebut. Kedua orang tuanya dia temui, lalu memohon ampun atas segala dosa dan kekhilafannya selama ini.

“Saya ambil Baskom berisi Air, kemudian mencuci kaki ibu saya, lalu air cucian itu saya minum,” ujarnya.

Ibundanya kemudian mendoakannya supaya rejeki anaknya selalu melimpah, agar bisa berbagi kepada sesama. Tak lama sejak dia meminta ridho dari orang tuanya, kehidupan H Sasa mulai merangkak naik.

Berita terkait :

Berkat doa ibunya segala urusan H Sasa, diberi Allah Swt kemudahan dan kelancaran. Dia  berniat akan membahagiakan kedua orang tuanya, dan akan selalu bersedekah dengan rejeki yang ia dapatkan.

Rejeki yang tak terduga itupun datang. Tak tanggung-tanggung, dia mengaku mendapatkan fee Rp10 Milyar hasil dari penjualan tanah. Keyakinan H Sasa semakin bertambah kuat, bahwa dengan restu dan doa seorang ibu, pintu rejeki itu akan terbuka lebar.

Dengan modal Uang tersebut, H Sasa mulai terjun ke dunia Tambang Batubara. Dia juga membangunkan rumah mewah, untuk orang tuanya di Jalan Damanhuri.

Menurut kisah H Sasa, rumah mewah itu dia bangun untuk membahagiakan orang tuanya. Tapi baru 8 bulan ditempati, tahun 2019, ibundanya meninggal dunia.

Sejak itulah rumah tersebut ia jadikan Yayasan Peduli Sesama Mansyur Tuah, tempat penampungan orang-orang terlantar dan Lansia. Sekalipun orang tuanya telah tiada, dia tidak lupa pesan ibunya untuk selalu bersedekah kepada sesama.

Semenjak itulah, H Sasa selalu bersedekah membantu orang tidak mampu, menyantuni anak yatim, membangun Masjid, Pesantren, membuka warung makan gratis dan masih banyak lagi. Semua yang dia lakukan itu demi membahagiakan kedua orang tuanya yang telah tiada.

“Saya sudah niatkan setiap sedekah, pahalanya untuk kedua orang tua dan semua keluarga yang telah tiada,” katanya.

Pria yang gemar membantu kesulitan orang lain ini, mengaku akan terus menebar kebaikan hingga akhir hayatnya. Kesuksesan yang dia raih saat ini tidak membuatnya sombong, kerena dia meyakini setiap sedekah yang dikeluarkan akan mendapatkan ganti yang berlipat dari Allah Swt.

“Bahagiakanlah orang tuamu selagi dia masih hidup, insya Allah berkah kesuksesan hidup dunia akhirat akan kau dapatkan.” ujarnya menutup kisah. (DK.Com)

Penulis : ib

Editor   : Lukman

Pencarian terbanyak:h sasa
Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!