Demo di DPRD Kaltim, Aliansi BEM Se-Samarinda Tuntut Ketua KPK Diberhentikan

Peserta Unjuk Rasa Tidak Dapat Respon Anggota DPRD Kaltim

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Aliansi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) se-Samarinda, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim yang beralamat di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Karang Paci, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Senin (7/6/2021) siang.

Andi Indra selaku koordinator aksi, Mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman mengatakan, Aliansi BEM se-Samarinda datang ke depan Kantor DPRD Kaltim mewakili suara masyarakat terhadap kondisi KPK, yang dinilai saat ini gerakannya dilemahkan dan dimatikan hingga membuat pihaknya tergerak untuk melakukan aksi tersebut.

“Tujuan kami melakukan unjuk rasa dengan tema Kaltim selamatkan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), tapi sampai sore ini pihak DPRD Kaltim tidak memberikan respon terhadap apa yang kami suarakan,” ujar Andi Indra kepada awak media DETAKKaltim.Com.

Unjuk rasa tersebut diikuti oleh beberapa Universitas di Samarinda yakni Universitas Mulawarman, Politeknik Negeri Samarinda, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, serta Universitas Widya Gama yang mana sangat berharap suara mereka didengar oleh Ketua DPRD Kaltim.

“Kami sangat berharap kepada Ketua DPRD Kaltim, Bapak Makmur Haji Aji Panglima Kahar (HAPK) hadir di sini untuk bersama-sama menyatakan sikap terhadap tuntutan kami pada hari ini,” lanjutnya.

Andi Indra juga mengatakan, apabila tuntutan aksi tersebut tak juga ditanggapi, pihaknya akan kembali konsolidasi merencanakan kembali dilakukannya aksi unjuk rasa yang lebih besar, dengan tujuan mendesak pihak DPRD Kaltim untuk menyatakan sikap.

Baca juga :

Baca juga:  Maju Pilkada Kukar, Asisten Pemkesra Kutim Siap Mundur

“Yang kami harapkan dari pihak DPRD Kaltim menyatakan sikap dengan menolak proses pelemahan KPK, dan mendukung terus proses berjalannya pemberantasan korupsi di Indonesia secara baik dan benar.” tandas Andi Indra.

Dalam aksinya, BEM Se-Kota Samarinda menuntut supaya :

1).Mendesak Presiden Jokowi untuk memberhentikan Ketua KPK Firli Bahuri

2).Menuntut Presiden membatalkan penonaktifan 75 anggota KPK yang gugur karena TWK

3). Menuntut Presiden mengembalikan indenpedensi KPK

4). Menuntut pemerintah menegakkan kembali janji reformasi dalam menegakkan pemberantas korupsi.

Hingga peserta aksi unjuk rasa membubarkan diri sekitar Pukul 17:30 Wita, tak satupun anggota DPRD Kaltim yang datang menemui mereka. (DK.Com).

Penulis : Setyo Wahyu Aditya

Editor : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!