RDP dengan BPKAD, Ketua Komis 3 DPRD Balikpapan Minta Transparan

Alwi : Ada 7 Item Yang Harus Ditunjukkan

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN : Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan pengelolaan keuangan dan Aset Daerah  (BPKAD), terkait dengan pemeliharaan bangunan/gedung dan jalan serta Jembatan, Selasa (27/4/2021).

Ketua Komisi 3 Alwi Al Qadri mengatakan, dari segi anggaran yang digelontorkan sangat besar dari tahun 2019 sekitar kurang lebih Rp21 Milyar untuk pemeliharaan, selama pandemi Covid-19 tahun ini ada sekitar Rp13 Milyar.

Ada hal yang sangat rancu dan sangat janggal, kata Alwi, data yang diberikan hanya dalam bentuk gelondongan atau secara global.

“Kami sebagai Komisi 3 terus mengejar, dalam hal ini terkait data yang mestinya diperlihatkan atau dijelaskan secara per item,” sebut politis muda Partai Golkar Balikpapan ini.

Seperti Stadion Persiba, kata Alwi lebih lanjut, penggunaan listrik abodemen yang menelan anggaran dalam sebulan Rp114 Juta. Selama pandemi Covid-19 tidak pernah ada kegiatan malam, paling tidak ada potongan-potongan yang harus dinegosiasikan oleh pihak PLN. Hal ini dianggap sebagai pemborosan anggaran.

“Ada 7 item yang harus ditunjukkan kepada Komisi 3 untuk dijabarkan secara terang benderang, jangan sampai ada kongkalikong,” tegas Alwi.

Komisi 3 akan meminta data dengan memberikan waktu selama satu minggu untuk memberikan data tersebut, dan melakukan Sidak di lapangan akan kebenaran laporan yang disampaikan oleh pihak pengelola atau UPT.

Ia menambahkan, terkait dengan pemeliharaan/perbaikan jalan dengan penggunaan bahan dasar. Apakah harus menggunakan cara hotmix dan cara cold mix, mana yang lebih hemat di antara salah satunya.

Pekerjaan pemeliharaan jalan, masih kata Alwi, seperti perbaikan tambal sulam jalan hanya bertahan 3 bulan saja rusak kembali, ini terjadi karena tidak adanya pengawasan dan konsultannya.

“Jangan dijadikan alasan karena anggaran kecil, namun pekerjaan tidak bisa dipertanggung jawabkan. Apapun alasannya,” pungkasnya. (DK.Com)

Penulis : Roni S

Editor   : Lukman

Baca juga:  Awas! Kosmetik Home Industry Ilegal Produk Samarinda Beredar Sejak Tahun 2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.