Janda Muda Mengaku Diperkosa di Kawasan Gunung Lipan

Lapor ke FKPM Pelita, Marno : Korban Diperkosa di Bawah Ancaman Pisau

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Cipluk (bukan nama sebenarnya), seorang perempuan berstatus janda yang masih berusia 20 tahun membuat laporan ke Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Pelita, lantaran ia mengaku telah menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang pria di kawasan Gunung Lipan, Samarinda Seberang, Kaltim, Rabu (14/4/2021).

Ketua FKPM Pelita Marno Mukti mengatakan, korban mengenal pria tersebut dari Aplikasi MiChat. Pelaku yang mendekati korban dengan berkenalan menawarkan untuk bertemu di sebuah cafe, korbanpun tanpa rasa curiga langsung menyetujuinya.

“Dari pengakuan korban, awal mula mereka kenalan di Michat. Lalu pelaku mengirim pesan ke korban menanyakan apakah melayani jasa open BO, namun korban menjawabnya tidak melayani jasa tersebut. Lalu korban memberikan alamat rumahnya, dan menunggu janji pelaku untuk menjemputnya untuk pergi hang out ke cafe, ” ucap Marno Mukti kepada DETAKKaltim.Com, Rabu (15/4/2021).

Setelah pelaku tiba di kediaman korban yang berlokasi di kawasan Sungai Kunjang, pelakupun langsung mengajak jalan Cipluk menuju lokasi cafe yang hendak dituju. Namun saat hendak mengendarai sepeda motor, pelaku meminta korban untuk mengendarai sepeda motornya sedangkan pelaku dibonceng.

“Saat di perjalanan, tiba-tiba pelaku menggerayangi tubuh Cipluk saat mengemudikan sepeda motornya. Setelah mengalami hal tidak mengenakan tersebut, korban sempat melakukan perlawanan ke pelaku dan Cipluk meminta dipulangkan. Bukannya dipulangkan, korban malah diturunkan di Jembatan Mahakam kembar dan HPnya dirampas oleh pelaku,” lanjut Marno.

Tetapi pelaku kembali mendatangi korban dan memaksanya untuk ikut bersamanya. Dengan terpaksa Cipluk menyetujuinya lantaran Handphonenya masih berada di tangan pelaku, ketika berada di jalan yang sepi dan gelap, tepatnya di kawasan perumahan Pesona Mahakam, pelaku memberhentikan kendaraannya dan menyuruh korban untuk turun dari motornya.

Baca juga:  Wali Kota Bontang Bagikan Paket Sembako Kepada Sopir Travel

“Disitulah tiba-tiba saja pelaku langsung mengeluarkan Pisau dari pinggangnya, dan menarik korban ke semak-semak. Ia memaksa korban untuk melayani hasrat seksualnya dengan ancaman Pisau yang ditaruh di samping tubuh korban, setelah mendapat perlakuan itu Ciplukpun hanya bisa menangis, lantaran tak berani melawan pelaku akibat ancaman yang diterimanya,” kata Marno.

Setelah melakukan aksi bejatnya, pelaku mengantarkanya pulang ke rumah dan mengancam korban untuk tidak memberitahukan kejadian tersebut. Namun Cipluk memberanikan diri untuk melaporkan ke FKPM Pelita.

“Ini kasus yang serius, kami pihak FKPM yang menerima laporan segera menyarankan korban untuk membuat laporan resmi ke Kantor Polisi, guna mendapat penanganan agar pelaku segera ditangkap.” tandas Marno. (DK.Com).

Penulis : Setyo Wahyu Aditya

Editor : Lukman

Leave A Reply

Your email address will not be published.