KSOP Samarinda Masih Mencari Pemilik Kapal SPOB Mulia Mandiri

Tenggelam Saat Muat CPO Menuju Teluk Cinta

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda, Kaltim, menyebut aktivitas Kapal Self Propelled Oil Barge (SPOB) Mulia Mandiri bermuatan Minyak Kelapa Sawit yang tenggelam di perairan Simpang Pasir, Palaran, Samarinda, belum mengantongi izin.

Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Kelas II Samarinda Capt Slamet Isyadi menjelaskan, jika sejak tahun 2015 Kapal tersebut sudah tak mengurus izin kegiatan Kapal maupun muatan di KSOP Kelas II Samarinda.

“Jadi memang dari tahun 2015 tidak pernah mengajukan permohonan ke KSOP Samarinda, namun info yang saya dapat pada tahun 2017,  Kapal tersebut sempat pindah kepemilikan,” ucap Capt Slamet kepada DETAKKaltim.Com, Rabu (14/4/2021).

Karena itu, KSOP Kelas II Samarinda berkoordinasi dengan Satpolair Polresta Samarinda untuk melakukan penelusuran keberadaan pemilik Kapal, dan pemilik barang muatan Kapal tersebut karena dinilai tak punya izin berlayar.

“Kami masih belum bisa mengetahui dimana keberadaan pemilik Kapal yang baru, masih kami cari pemiliknya. Untuk berapa banyak total Minyak Sawit yang dibawa, saya belum mengetahui pastinya. Yang jelas saat kami lakukan pembersihan di titik-titik yang tercemar, kami berhasil mengumpulkan kurang lebih 3.800 liter,” lanjutnya.

Diketahui, Kapal SPOB Mulia Mandiri yang bermuatan Minyak Sawit (crude palm oil/CPO) tenggelam di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, diduga arus deras, Sabtu (4/4/2021) lalu.

“Sepengetahuan saya, Kapal tersebut berangkat dari sebuah pangkalan di kawasan Sungai Lais menuju Teluk Cinta di Simpang Pasir, Palaran,” katanya.

Untuk itu KSOP Kelas II Samarinda berkoordinasi dengan perusahaan yang ada di sana, untuk membantu mengurangi penyebaran pencemaran Minyak yang tumpah tersebut.

“Memang ada beberapa kendala yang kami hadapi, antara lain Minyaknya bercampur dengan sampah-sampah yang ada. Dan beberapa Minyak yang berada di bawah kolong rumah warga, kami kesulitan untuk menjangkaunya.” tandasnya. (DK.Com).

Penulis : Setyo Wahyu Aditya

Editor : Lukman

Baca juga:  Api Mengamuk Siang Bolong, 15 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Leave A Reply

Your email address will not be published.