TPU Bontang Semakin Sempit, DPRD Minta Pemkot Sediakan Lahan

Opsi Lokasi di Belakang SMKN 1

DETAKKaltim.Com, BONTANG :  Anggota Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang Abdul Samad mendesak pemerintah, menyediakan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Politisi Partai Hanura itu memberi opsi lokasi di belakang SMKN 1, Jalan Cipto Mangunkusumo.

“Kalau dilihat pemakaman setiap hari semakin sesak. Misalnya di Bontang Kuala, saya menyaksikan sendiri penggalian kubur sangat berdempetan dengan kuburan lainnya,” ujarnya di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (6/4/2021) malam.

Samad menyebutkan, opsi lahan yang diajukan cukup luas untuk pemakaman khususnya di Bontang Utara, yakni seluas 4,4 hektar. Ia meminta ada perhatian dari pemerintah agar segera direalisasikan.

“Kalau ini terealisasi, warga Loktuan maupun Bontang Kuala bisa melakukan pemakaman di situ,” katanya.

Ia menambahkan, lahan di belakang SMKN 1 itu sangat representatif untuk dijadikan Tempat Pemakaman Umum. Selain posisinya yang strategis karena berada di tengah perkotaan, beberapa jalan alternatif menuju lokasi tersebut juga sudah tersedia.

“Kami sudah melakukan kunjungan lokasi tahun lalu. Bahkan pemilik lahan bersedia menyerahkan untuk kepentingan pemakaman umum. Tinggal eksekusi dari pemerintah seperti apa?” imbuhnya.

Plh Wali Kota Bontang Aji Erlinawatipun memberikan tanggapannya usai mengikuti Rapat Paripurna Ke-3 Masa Sidang III DPRD Tahun 2021, terkait Penyampaian Keputusan Rekomendasi DPRD Terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota Bontang Tahun Anggaran 2020.

Kata dia, penyediaan lahan tidak bisa dilakukan begitu saja. Tentu melihat kondisi keuangan daerah dan perlu ada perencanaan. Mulai dari harga hingga peruntukannya.

“Harus ada studinya. Nah dari situ baru bisa mengusulkan,” ucapnya kepada DETAKKaltim.Com dan sejumlah awak media lainnya. (DK.Com/adv.)

Penulis : SY

Editor   : Lukman

Baca juga:  Respon Keluhan Warga, DPRD Bontang Undang PKT dan PLN

Leave A Reply

Your email address will not be published.